Kapolri Idham Azis (Foto: Kompas.com)
Kapolri Idham Azis (Foto: Kompas.com)

MALANGTIMES - Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis memberikan ultimatum bagi anggotanya yang terlibat politik pada pelaksanaan pilkada serentak 2020.  

Idham Azis mengingatkan kepada seluruh anggota kepolisian untuk tidak terlibat praktis selama pilkada serentak 2020 digelar.  Ia menegaskan akan mencopot anggota jika terbukti berpolitik praktis.

Baca Juga : Lathifah Shohib akan Terus Gunakan Branding Cucu Pendiri NU, Ini Alasannya

Menurut Idham, tugas polisi hanya untuk mengamankan jalannya pelaksanaan pilkada 2020. "Kalau ada yang melanggar perintah saya, maka saya akan copot dan proses melalui propam, baik disiplin ataupun kode etik," ucap Idham melalui keterangan tertulisnya.

Anggota polisi ditegaskan tidak boleh terlibat dalam upaya mendukung salah satu pasangan calon maupun melakukan tindakan lain yang bisa mengganggu netralitas Polri.  

Di sisi lain, Idham juga bertinda tegas kepada anggotanya yang melanggar hal protokol kesehatan dan maklumat kapolri. Apalagi, diketahui sebelumnya, Kompol Joeharno dicopot dari jabatannya sebagai kapolsek Tegal Selatan dalam kasus dangdutan yang digelar wakil ketua DPRD Tegal.  Joeharno dicopot akibat kasus konser dangdut yang dihadiri oleh ribuan orang di Lapangan Tegal Selatan pada Rabu (23/9/2020).

Selain itu, Joeharno juga sempat menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.  Joeharno diduga melanggar tindak pidana seperti yang tercantum dalam Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 Ayat 1 KUHP.