Artis Krisdayanti saat akan memasukkan surat suara dalam kotak di TPS Kota Batu pada Pemilu 2019 lalu. (Foto: Dok MalangTIMES)
Artis Krisdayanti saat akan memasukkan surat suara dalam kotak di TPS Kota Batu pada Pemilu 2019 lalu. (Foto: Dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemilihan Wali Kota Batu bakal diselenggarakan pada tahun 2022 mendatang dengan Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) Rp 30,5 miliar. Menurut Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batu RKB itu sudah masuk dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

“RKB anggaran Pemilu 2022 masuk di KUA PPAS APBD 2021. Yang saat ini masih tengah dalam pembahasan,” ungkap Kepala Kesbangpol Kota Batu, Suliyanah.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid-19, Paslon LaDub Optimalkan Kampanye Berbasis Digital

Hanya saja besaran anggarannya itu tergantung pada tim anggaran (timgar) dan badan anggaran (banggar). Untuk sementara anggaran Pemilu 2022 itu Rp 30,5 miliar. “Namun dari yang dianggarkan Rp 30,5 miliar itu tidak semua. Masih akan dibahas lebih lanjut lagi,” tambahnya.

Dari anggaran Rp 30,5 miliar itu, rinciannya terbagi untuk kebutuhan barang dan jasa sejumlah Rp 22,6 miliar dan satuan honorarium kelompok kerja penyelenggara pemilu sebesar Rp 7,8 miliar.

Sedang, Anggota DPRD Kota Batu Didik Machmud menambahkan, jika menyesuaikan dengan jadwal memang Pemilu Kota Batu berakhir dua tahun mendatang. Karena itu pihaknya sepakat untuk memasukkan anggaran Pemilu tetapi tidak penuh.

“Untuk konsepnya Rp 9,5 miliar untuk Pemilu  KPU dan Bawaslu. Sedangkan jumlah RKB yang disusun KPU Kota Batu saja sebesar Rp 30,5 miliar,” jelasnya.

Baca Juga : Pakar Sarankan TPS Mobile, Antisipasi Pilkada 2020 Tetap Digelar di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu kebutuhan pilkada dalam RKB sebesar Rp 30,5 miliar mengalami pembengkakan biaya, lantaran seluruh tahapan pilkada disusun sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Mengingat pandemi Covid-19 tidak dapat diprediksi hingga kapan berakhir.

Jika dibandingkan dengan pilkada sebelumnya tahun 2017 silam mengalami lonjakan dua kali lipat lebih. Pada tahun 2017 lalu, anggarannya Rp 12,7 miliar.