Minuman boba (Foto:  Klikdokter)
Minuman boba (Foto: Klikdokter)

MALANGTIMES - Minuman kekinian saat ini banyak digandrungi masyarakat.  Salah satu yang sekarang sedang hits ialah boba.  

Boba sendiri memiliki rasa manis yang ditambah tekstur kenyal dari mutiara tapioka. Kesegarannya pun mampu menghilangkan dahaga saat situasi panas.  

Baca Juga : Polisi Berpotensi Hentikan Kasus Dugaan Penipuan Anggota Dewan, Ini Penyebabnya

 

Namun, siapa sangka terdapat sebuah kisah mengerikan yang dialami seorang gadis lantaran sering minum boba. Kisah mengerikan itu dialami gadis bernama Ranya asal Bekasi, Jawa Barat.  

Ia membagikan kisahnya lewat akun Twitter-nya, @dangobulet.  "Btw mau sharing deh pengalaman aku sendiri tentang konsumsi boba," ujarnya @dangobulet.  

Dalam tread-nya, Ranya mengatakan dia sempat mengalami kelumpuhan.  

Kisah Ranya, Gadis yang Pernah Lumpuh Karena Sering Minum Boba
Foto: Twitter

Bahkan kakinya hampir saja akan diamputasi.  

"Bener kok. Mengalami kelumpuhan sementara dimana kalo ga ditangani duluan bakal bisa diamputasi," cetusnya.  

Ranya lalu menjelaskan dirinya bisa mengonsumsi boba 3-4 hari dalam satu minggu. Bahkan dalam satu hari saja, dia bisa menghabiskan dua gelas minuman boba.  

"Sehari aku bisa 2 gelas sendirian kalo pengen banget. Seminggu ada 3-4 harian aku minum boba terus. Karena selain doyan, toko bobanya deket," cerita Ranya.  

Ranya pun awalnya tak menyangka dirinya bisa mengalami hal mengerikan itu.  Apalagi saat mengonsumsi boba, ia merasa aman-aman saja.  

Kisah Ranya, Gadis yang Pernah Lumpuh Karena Sering Minum Boba
Foto: Twitter

"Selama konsumsi boba, aku ngerasa aman2 aja tuh. Pup lancar, pipis lancar. Gaada yg salah. Tapi tiba2 satu hari, kakiku tuh kalo jalan tau2 lemes sendiri yg sebelah kanan. Aku pikur cuman pegel biasa. ternyata bukan," ungkap Ranya.  

Baca Juga : Dikenal Mudah Bergaul, Gay Tulungagung Kerap Minta Player Elektone Pakai CD Bermerek

 

Ia lantas memeriksakan dirinya ke rumah sakit pada Maret 2020.  Ranya lantas divonis oleh dokter bahwa kadar gula di tubuhnya sangat tinggi.  Bahkan ketika dicek, kadar gulanya tidak muncul, yang artinya di atas 600.  

Lalu ia melakukan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi saraf di kakinya yang lumpuh.  Ranya pun langsung mengubah pola hidupnya dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman manis.  

Kini kondisi Ranya pun sudah berangsur pulih dan sudah tak mau lagi mengulangi kebiasaannya dulu.   "Bener-bener stop, kalo beli palingan cuma adek atau mamah aja. Bisa dibilang trauma," ungkap Ranya.

Ranya lantas mengatakan jika ia shock sendiri mengetahui keadaanya seperti itu.