Aspal tambalan di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo terkelupas sekitar 10 meter. Warga pasang plang untuk membuat pengendara berhati-hati. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Aspal tambalan di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo terkelupas sekitar 10 meter. Warga pasang plang untuk membuat pengendara berhati-hati. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Aspal tambalan di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tepatnya di depan kantor Semen Gresik, Sabtu sore sekitar pukul 14.40 WIB mengelupas sepanjang 10 meter. Terkelupasnya aspal tambalan tersebut terjadi usai hujan deras yang mengguyur Kecamatan Blimbing sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat hujan mengguyur, gorong-gorong di samping jalan diduga mengalami penyumbatan hingga air dari gorong-gorong meluber ke atas aspal yang banyak dilewati kendaraan. Akibatnya, tak sampai satu jam, aspal yang baru sekitar satu bulan ditambal tersebut terkelupas lagi dan membentuk lubang jalan sepanjang 10 meter.

Baca Juga : Marak Operasi Yustisi, Polresta Malang Kota Sebut Berimbas Kasus Positif Covid-19 Turun

Tak pelak, terkelupasnya aspal jalan tersebut menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Seorang wanita pengendara sepeda motor yang melaju dari  utara terjungkal saat  melintasi jalan yang aspalnya terkelupas itu.

"Tadi sekitar pukul 15.00 WIB kecelakaannya. Korbannya wanita. Pas lewat, aspalnya terttutup air yang meluap. Karena nggak tahu aspalnya ngelupas, akhirnya jatuh pas lewat. Habis jatuh, langsung ditolong sama orang bengkel sekitar," ungkap Arif, warga sekitar lokasi kejadian.

Agar tidak semakin membahayakan dan membuat para pengendara lainnya celaka, ahkirnya diberikan penanda plang kayu di lokasi aspal yang terkelupas.

"Sama orang sini langsung diberikan tanda kotak kayu itu, biar yang lainnya waspada dan hati-hati. Setahu saya jalannya juga sudah dia kali ditambal. Kalau yang pertama dulu memang banyak yang jatuh. Tapi kalau yang kedua ini cuman satu orang ini," kata Arif.

Pengendara lain yang melintasi di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Asih Suaibi (54), yang juga merupakan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Malang, membenarkan ada satu orang korban yang mengalami kecelakaan akibat lubang jalan tersebut.

Baca Juga : Memasuki Musim Angin Kencang, 61 Pohon Rawan Tumbang di Kota Batu

"Tadi satu orang saja yang saya tahu pas lewat sini. Ini saya foto tadi juga saya teruskan ke petugas Dinas Pekerjaan Umum dan disarankan untuk mengadukan ke sambat online," ucapnya.

Jalan yang terkelupas itu merupakan jalan provinsi. Sehingga perbaikannya juga merupakan wewenang dan tanggung jawab pihak provinsi. "Iya jalannya memang jalan provinsi. Ya semoga saja segera diperbaiki," kata Asih.