(Reynhard Sinaga, Sumber: The Guardian)
(Reynhard Sinaga, Sumber: The Guardian)

MALANGTIMES - Masih ingatkah Anda dengan kasus  pemerkosaan yang dilakukan Reynhard Sinaga, pria asal Jambi yang sedang menjalani masa studi S3 di Manchester, Inggris?  Ya, kasus Reynhard Sinaga menjadi kasus pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris.

Akibat kasus ini, Reynhard dijatuhi hukuman seumur hidup pada Januari 2020 dengan jangka waktu minimal 30 tahun penjara. Hakim menyebut Reynhard sebagai predator seks berdarah dingin, licik, dan penuh perhitungan. Dalam vonisnya hakim mengatakan. "Kamu tidak akan pernah aman untuk dibebaskan."

Baca Juga : Modusnya, Bantu Tugas Kuliah hingga Nonton Film Horor

Sebelumnya Reynhard ditangkap pada 2 Juni 2017 sebelum pukul 06.00 waktu setempat setelah dihajar korban terakhirnya. Pria berkacamata itu terbukti telah bersalah atas 159 pemerkosaan yang terjadi sejak Januari 2015 hingga Juni 2017.

Yang mengejutkan, korban Reynhard merupakan pria, bukan wanita. Jadi, Reynhard adalah pemerkosa sesama jenis.

Untuk melakukan aksi mulusnya, Reynhard menemui calon korban, yakni pria heteroseksual, yang sendirian di kelab malam. Lalu dia menawarkan tempat tinggal atau sekadar berpesta di apartemennya di Montana House, Manchester.

Dia lantas membuat korban tertidur sebelum melakukan pemerkosaan.

Reynhard membius korban dengan obat jenis GHB yang dicampurnya di dalam minuman.

Yang mengerikan, Reynhard justru dengan bangga merekam aksinya. Bahkan dia "membanggakan" aksinya itu dengan menunjukkan video di depan teman-temannya.

Ada beberapa korban yang diperkosanya berkali-kali. Dalam kasus ini polisi Manchester menyita barang bukti kejahatan sebesar 3,29 terbite.

Kejahatan yang dilakukam Reynhard itu bertolak belakang dengan kehidupannya sehari-hari. Dia dikenal sebagai pemuda yang baik dan rajin beribadah.

Saat sidang, awalnya Reynhard membantah telah melakukan pemerkosaan. Dia justru mengatakan mereka berhubungan atas dasar suka sama suka.

Seiring dengan terungkapnya kasus ini, para korban Reynhard berdatangan untuk buka suara. Dilansir melalui BBC, jaksa Simkin dalam sidang Reynhard membacakan pernyataan sejumlah korban Reynhard. "Kalau bukan karena ibu saya, saya sudah bunuh diri," ujar salah satu korban.

Bahkan, korban lain sampai menyebut Reynhard sebagai predator setan. "Dia predator setan. Saya ceritakan kasus saya kepada ibu saya dan dia langsung muntah," ujar korban lain.

Lebih lanjut Simkim mengatakan jika ada korban Reynhard yang keluar dari kampus karena depresi, keluar dari pekerjaan, hingga berpisah dengan pasangannya.

Setelah divonis hukuman, Reynhard dimasukkan ke jeruji besi dekat lokasi apartemennya.

Penjara tersebut yakni HM Prison Manchester di Stangeways, Manchester, Inggris.

(HM Prison Manchester, Sumber:The Sun)

Penjara ini dikenal memiliki penjagaan yang sangat ketat. Bangunan penjara tersebut dikelilingi tembok tebal yang menjulang tinggi sekitar tujuh meter.

Ada tim penjaga yang bertugas 24 jam yang mengawasi pergerakan Reynhard di blok selnya.

Terlebih sebelum masuk ke dalam ruang tahanan Reynhard,  pengunjung harus melewati tujuh pintu pengawasan.

Baca Juga : Wali Kota Batu Sindir Berita Radar Malang Lewat Instagram

Namun kabar terbaru, kini Reynhard dipindahkan ke penjara paling "mengerikan" di Inggris. Bahkan Reynhard harus bisa menjaga diri karena penjara itu mayoritas diisi  para penjahat paling berbahaya di Inggris.

Dikutip melalui laman The Sun, Reynhard kini berada di penjara Wakefield di West Yorkshire. Penjara tersebut memiliki julukan ‘Monster Mansion’ karena dikenal menjadi penjara bagi sejumlah penjahat paling berbahaya di Inggris.

(Wakefield di West Yorkshire, sumber:Kastara.ID)

Seorang sumber menyebut Reynhard dipindah setelah ia mulai terlihat nyaman di penjara Strangeways.

Punya Hunian Mewah

Reynhard diketahui  merupakan anak keluarga berada.

Rumah mewah sekaligus convention hall yang diduga milik keluarga Reynhard sempat menjadi sorotan.

Hunian mewah itu berdiri di atas lahan seluas lebih dari satu hektare di Jalan Dahlia, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

Hunian mewah Reynhard di Depok, sumber: Tribun Jakarta

Kala itu seorang penjaga yang tak ingin disebut namanya mengatakan pemilik rumah sedang pergi ke luar negeri.  Saat dikonfirmasi,  ketua RT setempat mengatakan di rumah itu ada anggota keluarga yang bernama Reynhard Sinaga. Namun, ia tak bisa memastikan apakah Reynhard yang dimaksud adalah predator seks tersebut atau bukan.

Kisah Reynhard Akan Difilmkan

Kasus predator seks Reynhard ini kabarnya akan segera dijadikan sebuah film dokumenter oleh BBC Two.

Dilansir melalui Tyla.com, film dokumenter tersebut nantinya akan mengadopsi kisah kejahatan seksual yang dilakukan Reynhard Sinaga.

Pihak BBC Two mengatakan film tersebut nantinya akan berjudul "Predator: The Conviction of Reynhard Sinaga". Di film tersebut akan diceritakan proses investigasi terhadap korban-korban seksual Reynhard.  

"Dalam konteks pencarian korban yang sedang berlangsung, banyak dari mereka bersuara sejak hukuman Sinaga diumumkan tahun ini. Film baru BBC Two ini akan menceritakan kisah investigasi polisi yang dilakukan secara teliti yang dibuka," jelas BBC.

Film ini juga menceritakan kisah dua tahun sebelum pria yang digambarkan oleh penuntut sebagai pemerkosa paling produktif dalam sejarah hukum Inggris itu ke pengadilan.