Antrean pengendara roda dua di salah satu SPBU di Jawa Timur.
Antrean pengendara roda dua di salah satu SPBU di Jawa Timur.

MALANGTIMES - Aituasi dan kondisi pandemi covid-19 berpengaruh sekali kepada daya beli masyarakat.

Awal adanya covid-19, daya beli menurun akibat pembatasan sistem perekonomian di masyarakat luas. Tetapi semenjak  diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru (new normal) secara perlahan, yang tentu saja paling utama penerapan protokol kesehatan covid-19, akhirnya daya beli masyarakat mulai membaik dan cenderung meningkat.

Baca Juga : Pulihkan Ekonomi Malang, BI Jatim: Kolaborasi Hasilkan Win-win Solution

Hal serupa juga dirasakan PT Pertamina Region (MOR) V Jatimbalinus. Sejak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, tercatat adanya kenaikan konsumsi masyarakat terhadap BBM (bahan bakar minyak) dan elpiji di wilayah Jawa Timur.

Unit Manager Communication Relations dan CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji menyebutkan bahwa mendekati akhir September 2020, dari catatan Pertamina, terdapat kenaikan konsumsi BBM pada jenis gasoline dan gasoil.

"Kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) sebesar 18 persen dan BBM jenis gasoil (Solar, Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex) sebesar 60 persen dibandingkan dengan Mei 2020 ketika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah," jelas Rustam dalam pers rilis yang diterima media online ini, Jumat (25/9/2020).

Mei 2020 lalu, Pertamina juga mencatat rata-rata dalam satu hari masyarakat mengonsumsi BBM jenis gasoline dan gasoil. "Rata-rata harian konsumsi BBM jenis gasoline sebesar 9.700 KL/hari dan BBM jenis gasoil sebesar 3.800 KL/hari. Sedangkan September ini, rata-rata harian penyaluran BBM di Jawa Timur naik menjadi 11.500 KL/hari untuk gasoline dan 6.100 KL/hari untuk gasoil," terangnya.

Salah satu penyebab kenaikan konsumsi masyarakat atas BBM tersebut disampaikan Rustam bahwa disebabkan penerapan adaptasi kebiasaan baru dan protokol kesehatan covid-19. "Semenjak dibukanya kembali kegiatan perekonomian dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19, itu menjadi salah satu faktor kenaikan konsumsi BBM saat ini," jelasnya.

Sementara itu, selain konsumsi masyarakat terhadap BBM yang meningkat, Pertamina juga mencatat kenaikan konsumsi masyarakat pada LPG PSO (public service obligation) dan NPSO (non-public service obligation) di wilayah Jawa Timur.

"Tercatat menjelang akhir September ini konsumsi rata-rata harian sebesar 3.600 MT/hari naik 5 persen dibandingkan konsumsi Mei 2020 saat PSBB dengan rata-rata harian sebesar 3.400 MT/hari," paparnya.

Baca Juga : Tujuh Ribu Lebih KPM di Jatim Siap Mandiri, Pemprov Berikan Suntikan Modal

Kenaikan konsumsi masyarakat terhadap BBM dan elpiji membuat Pertamina perlahan akan stabil dalam pengelolaan perusahaan di tengah pandemi covid-19.

Maka dari itu Pertamina pun akan terus berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan masyarakat berupa BBM dan elpiji. Termasuk BBM bersubsidi atau jenis BBM tertentu (JBT) juga turut mengalami trend positif atas konsumsinya dan penyalurannya pun sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

"Di wilayah Jawa Timur, jumlah tersebut terdiri dari BBM bersubsidi jenis bio solar sebesar 2,3 juta KL dan BBM penugasan jenis premium sebanyak 1.4 juta KL," ujarnya.

Seperti  disebutkan di atas bahwa jenis BBM umum yang sering digunakan oleh masyarakat yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan meliputi Perta Series (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) dan Dex Series (Pertamina Dex dan Dexlite).