Calon bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui awak media seusai agenda konferensi pers di Media Center Malang Makmur, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (25/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Calon bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui awak media seusai agenda konferensi pers di Media Center Malang Makmur, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (25/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Menyongsong hari pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Malang, calon bupati HM. Sanusi memutuskan cuti. Tetapi, dia tidak perlu mengundurkan diri sebagai bupati Malang.

Lain halnya dengan pasangan Sanusi, yakni calon wakil bupati Didik Gatot Subroto. Didik Gatot harus melepaskan jabatan sebagai ketua dan anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang.

Baca Juga : Dapat Nomor Urut 1, SanDi: Di Kabupaten Malang Nomor Urut Satu Selalu Menang

Didik Gatot sudah mundur.  Sebagai gantinya, telah ditunjuk politikus Partai NasDem Sodikul Amin sebagai pelaksana tugas (plt) ketua DPRD Kabupaten Malang.

Sanusi sendiri mulai  Jumat (25/9/2020) hari ini menyatakan meninggalkan rumah dinas di Jalan Gede, Kota Malang,  untuk sementara. "Ya mulai tanggal 25 (hari ini, red) sudah meninggalkan rumah dinas karena cuti mulai tanggal 26," katanya ketika ditemui awak media seusai konferensi pers di Media Center Malang Makmur Kepanjen, Kamis (24/9/2020).

Sanusi pun selama masa cuti akan pulang ke kampung halamannya. "(Pulang, red) ke Gondanglegi. Di sana (rumah dinas, red)  hanya ada penjaga dan sebagian saja," ujarnya.

Selain rumah dinas yang akan ditinggalkan untuk sementara waktu, Sanusi berjanji tidak akan menggunakan fasilitas negara apa pun yang sebelumnya telah tersedia saat menjabat bupati Malang. "Saya tidak akan pakai fasilitas pemerintah. Mobil negara saya tinggal di rumah dinas," ucapnya.

Menurut Sanusi, saat meninggalkan seluruh fasilitas negara yang telah diberikan berupa rumah dinas, mobil dinas, dan beberapa fasilitas lain,  tidak perlu dilakukan serah terima. Alasannya, Sanusi  bukan mengundurkan diri, tetapi melaksanakan masa cuti.

"Ya tidak usah diserahterimakan. Ya ditinggal gitu saja. Karena saya cuti, bukan berhenti," kata pria yang hobi mengoleksi ragam jenis burung kicau ini.

Cuti Sanusi mulai 26 September hingga 5 Desember.  Nanti akan ada seseorang sebagai pejabat sementara (pjs) bupati Malang.

Menurut Sanusi, penentuan pjs bupati Malang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, dalam hal ini Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga : Jadi Calon Wakil Bupati, Ketua Dewan Didik Undur Diri, sementara Diganti Sodikul Amin

Terkait sosok siapa yang akan mengisi posisi jabatan pjs bupati Malang, Sanusi mengaku belum mengetahui. "Belum (sosok siapa yang menjadi pjs, red). Itu kewenangannya gubernur. Siapa pun pjs-nya yang jelas nanti akan melanjutkan tugas-tugas sesuai dengan APBD yang kita dapatkan," jelasnya.

Saat disinggung mengenai sosok pjs bupati Malang adalah kepala Bakorwil Malang, Sanusi mengatakan bahwa memang biasanya begitu. "Gubernur yang mempertimbangkannya. Dulu di kota (Kota Malang), bakorwil. Dulu Kabupaten Malang ketika Pak Rendra juga bakorwil. Ya siapa pun orangnya terserah dari provinsi," bebernya.

Yang jelas, siapa pun  pjs bupati Malang, Sanusi berpesan agar dapat menyelenggarakan pemerintahan di Kabupaten Malang dengan baik dan benar. "Nanti program-program yang belum terlaksana di kantor saya, supaya pjs nanti menyelesaikan. Contohnya anggaran untuk wiFi, untuk susbsidi bosda, boskab yang belum dianggarkan agar dilaksanakan," katanya.

Selain itu yang tak kalah penting yakni komitmen untuk mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Malang. Menurut Sanusi, soal covid di Kabupaten Malang, sekarang mulai ada tren positif untuk tingkat kesembuhan dan penurunan kurva perkembangan covid-19.

"Saya berharap nanti pjs tetap komit, covid supaya nggak berkembang. Karena kalau dilihat trennya di Malang Raya, insya Allah (Kabupaten Malang, red) terendah untuk perkembangannya dan kesembuhannya tertinggi," pungkas Sanusi.