Penghuni lapas tengah menggunakan Wartel Suspas untuk menghubungi keluarganya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Penghuni lapas tengah menggunakan Wartel Suspas untuk menghubungi keluarganya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masih ingatkah Anda dengan warung telepon atau yang disingkat wartel? Ya dulu, sebelum ada handphone, wartel merupakan primadona dan pernah berjaya pada tahun 90-an sebagai tempat berkomunikasi. 

Namun keberadaannya saat ini tampaknya sudah jarang sekali ditemui. Bahkan banyak yang menganggap wartel sudah tak ada lagi. Termasuk di wilayah Kota Malang.

Baca Juga : Masih Eksis, Berburu Jodoh Melalui Jasa Dandan

 

Tetapi anggapan tersebut salah. Ternyata di wilayah Malang masih terdapat wartel yang masih eksis dan tetap mempunyai pelanggan setia. Mungkin juga wartel ini merupakan satu-satunya wartel yang masih eksis di Malang.

Wartel tersebut merupakan wartel khusus dan tidak sembarangan orang boleh menggunakan. Bahkan lokasinya juga berada di lokasi khusus yang juga tidak semua orang bisa menjangkaunya. Wartel tersebut adalah Wartel Suspas.

Ya, Wartel Suspas merupakan wartel khusus yang lokasinya di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Malang atau Lapas Lowokwaru. Wartel ini juga digunakan khusus untuk para warga binaan pemasyarakatan (WBP) lapas.

Sama halnya dengan wartel umumnya, Wartel Suspas juga dilengkapi beberapa alat komunikasi yang berjajar dengan sekat-sekat dan sebuah tempat duduk layaknya wartel.

Kalapas Kelas 1 Malang Anak Agung Gede Krisna menjelaskan, Wartel Suspas tersebut merupakan fasilitas yang memang sengaja disediakan untuk para WBP dan telah ada  sejak lama.

"Memang disediakan. Kan warga binaan ini terbatasi hak bergeraknya sehingga tak bisa komunikasi langsung. Komunikasi dengan keluarganya itu kan juga merupakan hak warga binaan. Makanya kami sediakan ini," bebernya.

Namun untuk antisipasi penggunaan sambungan telepon disalahgunakan untuk aksi kejahatan, kalapas menjelaskan jaringan telepon tersebut telah termonitor oleh pusat. Sehingga bila dalam komunikasi terindikasi merencanakan perbuatan melanggar hukum, tentunya akan segera terdeteksi.

"Baik telepon maupun video call termonitor. Sehingga bila ada yang indikasi memanfaatkan untuk melanggar hukum, tentu segera diketahui dan bisa segera ditindak," ungkapnya.

Kalapas menambahkan, selama masa pandemi, kunjungan oleh keluarga terhadap warga binaan ditiadakan. Nah, wartel itu salah satu sarana berhubungan dengan keluarga.

Baca Juga : Soekarno Hingga Jokowi, 7 Presiden Indonesia Masing-Masing Punya Julukan Ini!

 

Selain  adanya wartel tersebut, lapas juga menyediakan pelayanan tambahan berkomunikasi dengan video call. "Di situ mereka bisa berkomunikasi video call secara gratis, namun harus terlebih dulu mendaftar guna penjadwalan," ucapnya.

Selama masa pandemi, Wartel Suspas maupun layanan video call banyak dimanfaatkan para warga binaan untuk melepas rindu dengan keluarganya selama tidak adanya kunjungan.

Informasi dari petugas operator lapas,  selama pandemi, memang layanan video call sangat banyak dimanfaatkan para warga binaan. Namun untuk menggunakan layanan tersebut, para warga binaan harus terlebih dahulu antre dan mendaftar untuk mendapatkan penjadwalan.

Mereka yang tak mau antre menunggu lama layanan video call yang disediakan gratis selama pandemi,  bisa  memanfaatkan adanya layanan Wartel Suspas yang dikelola koperasi lapas.

Wartel Suspas juga menyediakan dua layanan, yakni layanan telepon atau video call lewat jaringan serta telepon melalui jaringan telepon.

Tarif per menitnya untuk layanan telepon sebesar Rp 1.000 per menit. Sedangkan untuk telepon melalui jaringan, termasuk juga video call, tarifnya Rp 650.