Suasana rapat pleno penetapan calon secara tertutup yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu bersama perwakilan dari ke-dua Bapaslon, Rabu (23/9/2020). (Foto: Istimewa)
Suasana rapat pleno penetapan calon secara tertutup yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu bersama perwakilan dari ke-dua Bapaslon, Rabu (23/9/2020). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Proses tahapan penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang melalui rapat pleno penetapan calon yang digelar secara tertutup oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang berjalan dengan aman dan lancar, Rabu (23/9/2020).

Terdapat dua Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang yang ditetapkan pada hari ini. Yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) dan Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) yang keduanya maju melalui jalur partai politik (parpol).

Baca Juga : Sidang PBB, Jokowi Bicara Soal Vaksin dan Dampak Covid-19 dari Kesehatan Hingga Ekonomi

Bapaslon SanDi yang diusung oleh koalisi enam parpol yakni PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP dan Partai Demokrat. Sedangkan untuk Bapaslon LaDub hanya diusung oleh dua parpol yakni PKB dan Partai Hanura.

Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini mengungkapkan bahwa persyaratan dari ke-dua Bapaslon telah lengkap, memenuhi syarat serta tidak ada masalah.

"Ke-dua paslon tersebut sudah mengirim berkas administratif lengkap dan tidak ada kendala. Semua (berkas) lengkap mulai dari tes kesehatan hingga laporan pajaknya," ungkapnya ketika ditemui awak media seusai rapat pleno penetapan pasangan calon, Rabu (23/9/2020).

Dari berkas-berkas yang telah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat tersebut, akhirnya ke-dua bapaslon telah resmi ditetapkan sebagai Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang yang bakal bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

Dalam proses rapat pleno penetapan pasangan calon, tidak melibatkan secara langsung ke-dua paslon, melainkan diwakilkan oleh satu orang dari tiap tim pemenangan.

Sementara itu, setelah melalui proses tahapan penetapan pasangan calon, Anis mengatakan bahwa ke-dua paslon akan melalui proses tahapan pengundian nomor urut paslon pada hari Kamis (24/9/2020) yang akan dihadiri oleh ke-dua paslon secara langsung serta dilakukan secara terbuka dan terbatas.

Baca Juga : Perbedaan Era Presiden SBY dan Jokowi, JK: SBY Cepat Ambil Keputusan, Jokowi Rapat 4-5 Kali!

"Pengundian nomor urut di Gedung DPRD Kabupaten Malang dengan undangan terbatas yang cuma dihadiri oleh 50 orang saja," jelasnya.

Sementara itu, untuk bapaslon dari jalur perseorangan yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko yang diusung oleh tim pemenangan Malang Jejeg hingga sampai saat ini masih menunggu jadwal tes kesehatan dan belum ditetapkan sebagai paslon dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Hal ini merupakan dampak dari dikabulkannya gugatan bapaslon perseorangan oleh Bawaslu yang menyebabkan jadwal proses tahapan khusus untuk bapaslon perseorangan mundur.

"Karena masih ada proses tahapan yang belum usai, jadi kami undur proses penetapannya," tegasnya.