Jalur rekayasa arus lalu lintas di sekitaran kantor KPU Kab Blitar di Jalan Raya Garum
Jalur rekayasa arus lalu lintas di sekitaran kantor KPU Kab Blitar di Jalan Raya Garum

MALANGTIMES - Kepolisian Resort (Polres) Blitar menerapkan pengamanan ketat di masa pelaksanaan Penetapan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati Blitar 2020 dan Pengundian Nomor Urut Calon di Kantor KPU Kabupaten Blitar.

Pengamanan ketat diantaranya dengan merekayasa arus lalu lintas di sekitaran kantor KPU di Jalan Raya Garum, Kecamatan Garum. 

Baca Juga : Kedisplinan Penyetoran Data Petani Picu Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

“Sterilisasi ini kita lakukan selama dua hari, mulai Rabu (23/9/2020) saat penetapan Bapaslon dan Kamis (24/9/2020) saat pengundian nomor urut Bapaslon. Dimulai jam 07.30 WIB pagi sampai selesai,” jelas Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko  Prasetya, Rabu (23/9/2020). 

Dikatakannya, sterilisasi ini adalah sebagai upaya untuk mengamankan tahapan Pilkada. Polres Blitar berupaya untuk mengantisipasi adanya kerumuman,  arak-arakan dan konvoi agar saat tahapan ini digelar tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. 

“Protokol kesehatan benar-benar diterapkan  untuk mencegah penularan covid-19. Jangan sampai di Kabupaten Blitar muncul kluster pilkada,” imbuhnya. 

Dia menjelaskan, arus lalu lintas dari timur atau dari arah Malang menuju Kota Blitar dialihkan ke arah selatan di pertigaan Tingal, Kecamatan Garum menuju Kanigoro.

Sementara untuk arus lalu lintas dari barat atau dari arah Kota Blitar menuju Malang diarahkan untuk ke selatan lewat Kanigoro mulai pertigaan Hotel Herlingga Kota Blitar. 

Ahmad menambahkan, selain mensterilkan lokasi, Polres Blitar juga menerjunkan 150 personel dibantu dari TNI sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK).

”Lokasi ini steril, yang boleh masuk hanya yang berkepentingan saja. Untuk yang boleh masuk ke KPU hanya yang  sesuai undangan KPU saja," terangnya.

Baca Juga : Pelayanan di Tengah Pendemi Covid-19, Satlantas Polres Malang Launching B'DIL

Sekedar diketahui, KPU melaksanakan Penetapan Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2020, dilakukan dalam Pleno Tertutup. Untuk Bapaslon hanya diwakili 3 orang, terdiri dari 2 orang dari tim pemenangan dan 1 orang penghubung. Serta undangan lain, yang berhubungan dengan penyelenggaraan seperti KPU, Bawaslu dan kepolisian.

Sedangkan untuk pengundian nomor urut, KPU melaksanakanya secara terbuka. Namun demikian, peserta yang hadir dibatasi maksimal 50 orang. Dalam agenda ini seluruh paslon hadir dengan didampingi tim pemenangan maksimal 15 orang, ditambah undangan penyelenggara dan media.

“Di setiap tahapan pilkada kami terapkan protokol kesehatan yang ketat. Ini upaya kami untuk mencegah penyebaran covid-19,” ucap Ketua KPU Kabupaten Blitar, Hadi Santoso.