Salah satu warga memegang kartu BPJS Kesehatan. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu warga memegang kartu BPJS Kesehatan. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tercatat 164.924 warga Kota Batu sudah terdaftar dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Karena itu pada bulan Oktober mendatang, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mentargetkan bisa seluruhnya warga bisa ter-cover BPJS Kesehatan.

Hingga saat ini jumlah warga Kota Batu tercatat ada 211.576 orang. Dengan belum terdaftarnya 46.652 warga dalam BPJS Kesehatan menjadi perhatian khusus Pemkot Batu.

Baca Juga : Swab Test 31 Warga Ponpes Al Izzah Kota Batu Kembali Dilakukan Pekan Ini

 

“Sisanya itu nanti harapannya bisa seluruhnya 100 persen tercover BPJS Kesehatan,” terangnya.

Pemkot Batu menyiapkan anggaran sejumlah Rp 10 miliar untuk hal tersebut. Akan tetap setelah dihitung oleh Dinas Kesehatan Kota Batu anggaran yang dibutuhkan itu sejumlah Rp 6 miliar.

Bukan hanya serius pada BPJS Kesehatan saja, tetapi juga Dewanti telah menyampaikan kepada Komisi C DPRD Kota Batu bisa meng-cover BPJS Ketenagakerjaan. “Kembali lagi nantinya melihat ada anggaran atau tidaknya,” tambah istri Eddy Rumpoko ini.

“Ketika nantinya ada anggarannya kenapa tidak. Apalagi dikurangi dari yang sudah tercover seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Negafa (BUMN),” ujarnya.

Namun nantinya Dewanti akan selektif, dengan memberikan kepada mereka yang membutuhkan seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Kalau perlu nanti dibuatkan peraturan daerah supaya kuat atau buat peraturan wali kota. Kalau dirasa sangat penting dan dibutuhkan oleh warga kita jadikan perdanya,” jelas Dewanti.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Ponpes, Pemkot Batu Perketat Protokol Kesehatan

 

Sedang Kepala BPJS Cabang Malang Dina Diana Permata menambahkan, saat ini banyak kasus penyakit katastropik meliputi jantung hingga cuci darah yang biaya pengobatannya sangat besar. Sehingga penting rasanya jika warga yang belum terdaftar bisa tercover.

“Supaya meringankan beban warga nantinya untuk meringankan biaya rumah sakit. Mengingat yang mendominasi pemanfaatan layanan BPJS di wilayah Malang Raya adanya penyakit jantung,” jelasnya.