Koyo RISA aroma kopi. (Foto: istimewa)
Koyo RISA aroma kopi. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Menempelkan koyo untuk menghilangkan rasa pegal atau nyeri otot bukanlah hal yang tidak lazim lagi untuk dilakukan masyarakat Indonesia. Saat otot terasa nyeri atau pegal, menempelkan koyo menjadi pilihan pertama. Dengan menempelkan koyo ke area tubuh yang nyeri, panas akan terasa lalu nyeri otot atau pegal bisa segera mereda.

Namun, sebagian orang menghindari memakai koyo ketika akan beraktivitas ke luar rumah. Sebab, baunya yang khas bau koyo. Sebagian menganggapnya seperti bau orang jompo. Padahal, koyo digemari juga oleh anak muda.

Baca Juga : Sasar 200 Posyandu, Dinkes Kota Malang Galakkan Emo Demo

Namun, jangan khawatir. Kini hadir koyo beraroma kopi! Koyo beraroma kopi ini merupakan buatan empat mahasiswa UB, di antaranya Yoravika Dwiwibangga (Kimia 2017), Syafira Roshiana (Kimia 2017), Fadhil Akbar Sugiarto (Kimia 2017), Firza Rajasa Gunawan (Kimia 2018).

Melalui pendanaan PKM 5 Bidang Tahun 2020, 4 mahasiswa yang juga satu tim PKM-K FMIPA UB itu membuat ide sebuah koyo multifungsi bernama Koyo RISA (Ringankan Saja). Tak hanya bisa meredakan nyeri, Koyo RISA juga memiliki bau yang harum. “Koyo RISA merupakan koyo multifungsi yang bermanfaat sebagai pereda nyeri, aroma terapi, pengharum, dan pelembab kulit,” ujar Yoravika.

Didampingi Darjito SSi MSi selaku dosen pembimbing, konsep yang diusung Koyo RISA adalah inovasi koyo dengan adanya penambahan ekstrak kopi robusta, teh hijau, dan peppermint. “Sehingga akan menghadirkan inovasi koyo beraroma kopi yang harum dan mampu melembabkan kulit yang baru di dunia kesehatan,” katanya.

Konsep koyo RISA juga mengusung batik dan wayang untuk desain lapisan perekat dan kemasan sebagai media memperkenalkan identitas budaya Indonesia. 

Ia menjelaskan, pemanfaatan kopi robusta, teh hijau, dan peppermint dilakukan untuk memanfaatkan sumber daya alam potensial yang ada di Indonesia. “Penambahan ketiga bahan ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang enggan menggunakan koyo karena aromanya yang kurang enak dan menyebabkan iritasi kulit setelah penggunaan,” katanya.

Baca Juga : Penting! Skincare Kandungan AHA 30% Ini Berbahaya untuk Kulit

Koyo RISA, kata dia, diharapkan dapat menjadi gagasan ide yang solutif dan inovatif serta akan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. “Koyo RISA juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan juga menjadi solusi dalam dunia kesehatan untuk menyukseskan program Indonesia Sehat Tahun 2025,” imbuhnya.

Dijelaskan Yovarika, Koyo RISA dibuat karena tingginya minat penggunaan koyo di tengah masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu belum banyak inovasi akan produk koyo ini. Beberapa masyarakat juga masih mengeluhkan pemakaian koyo yang dapat mengiritasi dan meninggalkan bekas pada kulit. "Koyo RISA diharapkan bisa turut memanfaatkan Sumber Daya Alam potensial yang ada di Indonesia," tandasnya.