Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (21/9/2020). (Foto: Humas Polres Malang for MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (21/9/2020). (Foto: Humas Polres Malang for MalangTimes)

MALANGTIMES - Keseriusan Polres Malang dalam menumpas tindakan para oknum pejudi atau petaruh (botoh) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 akan segera diwudujkan.

Demi mewujudkan pesta demokrasi yang melindungi hak-hak konsitusi rakyat, Polres Malang bakal membentuk tim satuan tugas khusus yang akan difokuskan untuk menumpas tindakan para botoh yang masih nekat berkecimpung pada momentum Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Baca Juga : Simpan Sabu di Bungkus Rokok, Pria Asal Singosari Jalani Rapid Test Sebelum Ditahan Polisi

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menerjunkan tim satgasnya untuk melindungi pesta demokrasi rakyat dari permainan botoh.

"Saya akan menurunkan tim satgas khusus untuk adanya kerawanan khusus di Kabupaten Malang terkait dengan botoh yang dinilai meresahkan masyarakat," ungkapnya ketika ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (21/9/2020).

Tindakan botoh nantinya dikhawatirkan bakal merusak pilihan pemilih dengan memengaruhi pemilih pada Pilkada Kabupaten Malang 2020 agar tidak menggunakan hak pilihnya dalam momentum pemungutan suara pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Utamanya memasuki masa tenang, mulai pertengahan masa kampanye, saya akan menurunkan tim satgas khusus untuk adanya kerawanan khusus di Kabupaten Malang terkait dengan botoh," tegasnya.

Hendri mengatakan bahwa tim satgas khusus tersebut akan disebar secara menyeluruh di masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Dengan tujuan utama yakni menumpas tindakan oknum botoh yang berusaha merusak momentum pesta demokrasi lima tahun sekali ini.

"Kami telah memetakan beberapa titik yang berpotensi muncul kerawanan. Ada enam wilayah, yaitu Rayon Lawang, Rayon Tumpang, Rayon Bululawang, Rayon Turen, Rayon Pagak, Rayon Kepanjen," bebernya. 

Enam rayon tersebut dikatakan Hendri merupakan fokus utama dan yang diprioritaskan untuk disiagakan para personil Polres Malang untuk mengamankan keenam wilayah tersebut dari gangguan botoh.

"Ditambah satu lagi peleton yang akan di standby kan di Mako Polres Malang selama 24 jam. Lalu juga ada personel yang di BKO (Bawah Kendali Operasi, red) dari Sat Brimob Ampeldento," imbuhnya.

Baca Juga : Awas, Tim Mobile Covid Hunter Siap Buru Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Salah satu bentuk upaya dalam menindak oknum botoh, dengan terus memantau pergerakan masa pendukung dari masing-masing Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang dalam setiap kegiatan. Mulai dari rapat internal tim pemenangan hingga pada saat jadwal kampanye.

"Kita akan lihat eskalasinya, TPS (Tempat Pemumgutan Suara, red) mana yang mungkin dinilai rawan. Karena sampai sekarang juga masih belum ada angka pastinya berapa jumlah TPS nya," jelasnya.

Sementara itu, untuk jumlah personil yang bakal diterjunkan pada titik-titik kerawanan tindakan oknum botoh, Polres Malang juga didampingi oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).

"Jika memang dipantau jumlahnya melebihi dari yang ditentukan, maka akan kami peringatkan. Jika tidak bisa diperingatkan, yang membuat acara yang ditindak," tutupnya.

Sebagai informasi bahwa hingga sampai saat ini terdapat tiga Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang yang bakal bertarung dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi), Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) dan Heri Cahyono-Gunadi Handoko.