Bakal Calon Bupati (Bacabup) dari jalur perseorangan, Heri Cahyono (tengah) saat berada di Kantor KPU Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito/MalangTimes)
Bakal Calon Bupati (Bacabup) dari jalur perseorangan, Heri Cahyono (tengah) saat berada di Kantor KPU Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito/MalangTimes)

MALANGTIMES - Beredar rumor bahwa salah satu Bakal Calon Bupati (Bacabup) dari jalur perseorangan yakni Heri Cahyono atau yang lebih akrab disapa Sam HC terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga pemeriksaan kesehatan yang kabarnya akan dilaksanakan pada hari ini terpaksa ditunda.

Bacabup yang diusung melalui koalisi tim pemenangan Malang Jejeg ini akhirnya buka suara perihal rumor yang berhembus. 

Baca Juga : Covid-19 Tambah Gawat, PBNU Minta Penyelenggara dan Pemerintah Tunda Pilkada 2020

Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Soetopo Dewangga menegaskan, bahwa rumor tersebut tidak benar dan Sam HC sampai sata ini dalam kondisi sehat tidak terkonfirmasi positif Covid-19.

"Nggak benar itu. Tidak benar rumor tersebut," tegasnya ketika dihubungi melalui saluran telepon oleh pewarta, Senin (21/9/2020).

Soetopo mengatakan, bahwa pengunduran jadwal tes kesehatan yang seharusnya dilakukan oleh Sam HC bersama Bacawubnya yakni Gunadi Handoko bukan dikarenakan terkonfirmasi positif Covid-19. Melainkan masih harus memenuhi persyaratan administratif yang harus segera dilengkapi.

"Saya sarankan sejak kemarin ditunda. Karena masih banyak berkas administratif yang belum selesai," ujarnya.

Dia pun menunda tes kesehatan selain masih memenuhi berkas administratif yang harus dilengkapi. Ditambah juga jadwal penetapan untuk Bapaslon perseorangan juga diundur.

"Kami penetapannya juga diundur 4-5 Oktober, bukan 23 September ini," sebutnya.

Beberapa berkas administratif yang menjadi persyaratan calon yakni terkait LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Terkait LHKPN yang menjadi persyaratan calon, dikatakan Soetopo, bahwa Sam HC merupakan orang swasta dan perlu waktu untuk membenahi terkait LHKPN.

"Kami ini swasta, belum pernah mengikuti pemilihan. Perlu waktu untuk membereskan LKHPN," terangnya.

Baca Juga : Sehari Setelah Lolos Verfak Perbaikan, Tim Malang Jejeg Daftar ke KPU

Selain LHKPN, yang menjadi permasalahan dan telah melalui proses pembenahan yakni terkait KTP (Kartu Tanda Penduduk) Sam HC yang masih berdomisil di wilayah Bandung, Provinsi Jawa Barat.

"Saat ini alamatnya masih di Bandung dan harus diganti ke Kasembon, Kabupaten Malang. Sesuai persyaratan (mengikuti Pilkada Kabupaten Malang 2020, red)," jelas pria yang selalu mengenakan udeng ini.

Maka dari itu untuk tes kesehatan jasmani maupun rohani untuk Bapaslon perseorangan yakni Sam HC dan Gunadi Handoko ditunda hingga dua hari kedepan.

"Untuk pemeriksaan kesehatan ditunda dua hari ke depan, sehari setelahnya ada tes psikologi," tuturnya.

Sebagai informasi bahwa pemunduran jadwal terkait tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 untuk Bapaslon perseorangan disebabkan telah terjadi sengketa hasil verifikasi faktual terhadap berkas dukungan Bapaslon perseorangan.

Akhirnya yang seharusnya untuk Bapaslon perseorangan sudah menunggu jadwal penetapan pasangan calon bersama Bapaslon lainnya yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) dan Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) pada 23 September 2020 mendatang, terpaksa harus diundur 10 hari kedepan hingga pada tanggal 4 Oktober 2020.