Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Abu Jahal tentu menjadi salah satu tokoh Quraisy yang sangat dikenal. Dalam berbagai riwayat, disebutkan jika Abu Jahal merupakan tokoh yang sangat menentang ajaran Rasulullah SAW, hingga berbagai cara dilakukan untuk membuat ajaran Islam runtuh.

Namun dibalik sikapnya, Abu Jahal ternyata meyakini jika ajaran Rasulullah SAW adalah benar adanya. Raja kaum Quraisy itu memilih untuk tak beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW lantaran beberapa hal yang cukup mencengangkan. Salah satunya, karena perbedaan suku antara dirinya dan Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga : Lepas Insiden Penusukan, Syekh Ali Jaber Berpesan Ini ke Jemaah Kota Malang

 

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, setiap malam Abu Jahal datang diam-diam mendengarkan Rasulullah SAW membaca ayat Al-Qur'an. Namun bukan hanya Abu Jahal, sahabatnya yaitu Abu Sufyan dan satu tokoh Quraisy lain juga mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an secara diam-diam.

Ketiganya pun mendengarkan Rasulullah SAW melantunkan ayat suci Al-Qur'an dari titik yang berbeda. Namun pada saat pulang dan selesai mendengarkan ayat Al-Qur'an, ketiganya bertemu secara tak sengaja. Ketiganya saling bertanya tentang apa yang dilakukan. Ketiganya pun mengaku jika mereka mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an.

Maka saat itu ketiganya berjanji untuk tak datang lagi. Karena jika datang, akan membuat masyarakat Quraisy beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Namun ketiganya tetap kembali di hari ke dua, dan dipertemukan lagi.

Di hari ke dua itu, ketiganya pun berjanji tak datang lagi. Namun ternyata ketiganya dipertemukan lagi di hari ke tiga. Maka ketiganya kemudian saling bertukar pendapat mengenai ayat-ayat yang dibacakan Rasulullah SAW tersebut.

Saat ditanya Abu Sufyan, maka Abu Jahal menjawab, “Demi Allah aku tahu Muhammad itu benar.”

Abu Sufyan kembali bertanya, “Lalu mengapa engkau tak beriman? Engkau raja kami. Jika engkau beriman, maka satu Makkah akan beriman semua.”

Lalu Abu Jahal menjawab, “Dari dulu suku Muhammad dan sukuku saling bersaing. Mereka memberi makan untuk jamaah haji, kami memberikan juga makanan untuk jamaah haji. Apapun yang mereka perbuat kami juga melakukannya. Sekarang dari suku Muhammad keluar seorang Nabi. Maka jika aku beriman, sukuku akan kalah. Maka itu saya tidak akan beriman kepada Muhammad.”

Lantaran ucapan itu, Abu Sufyan dan satu tokoh Quraisy lainnya juga berpendapat yang sama. Ketiganya pun memilih tak beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW meskipun mengakui kebenaran yang dibawa Rasulullah SAW.

Hingga suatu ketika, Abu Sufyan bertemu dengan Rasulullah SAW yang tengah termenung di depan kakbah setelah terjadi peristiwa Isra' Mi'raj. Dalam sebuah riwayat disebutkan jika setelah pulang dari Isra' Mi'raj di pagi hari, Rasulullah SAW duduk di depan kakbah dan merenungi kejadian yang luar biasa di malam harinya. Lalu lewat Abu Jahal.

Dia melihat Rasulullah SAW tengah merenung dan Abu Jahal bertanya, “Mengapa kamu bengong wahai Muhammad?”

Maka Rasulullah SAW menjawab, "Semalam datang kepada saya Malaikat bernama Jibril menggunakan kuda bersayap yang terbang. Di manapun dia melihat tempat, dia akan turun. Saya turun di Palestina dan menjadi imam nabi-nabi sebanyak 120 ribu orang di Masjid Aqsa. Lalu saya naik lagi burot (kuda bersayap) ke langit pertama bertemu Nabi Adam, langit ke dua bertemu Nabi Isa dan Yahya, langit ke tiga bertemu dengan Idris, langit ke empat bertemu Yusuf, langit ke lima bertemu dengan Harun, langit ke enam Musa, dan langit ke tujuh Ibrahim," kata Rasulullah SAW dan menceritakan semua kejadian yang dialami kepada Abu Jahal.

Ringkas cerita Rasulullah SAW menyampaikan jika beliau kembali ke Makkah. Abu Jahal saat mendengar itu melongo dan terdiam. Dia merasa terheran-heran dan berkata, “Wahai Muhammad, apakah engkau mau bercerita jika aku kumpulkan seluruh warga Makkah?”

Rasulullah SAW pun mengiyakan apa yang disampaikan Abu Jahal tersebut.

Maka dipeganglah tangan Rasulullah SAW ke sebuah bukit di samping Safa dan Marwah. Di sana biasanya digunakan untuk menyampaikan berita yang penting. Maka orang-orang kafir dan beriman berkumpul.

Baca Juga : Melihat Suasana Jabal Ali Qubais, Gunung Bersejarah Nabi Ibrahim AS Membangun Ka'bah

 

"Wahai masyarakat Makkah, dengarkan baik-baik apa yang disampaikan Muhammad," kata Abu Jahal.

Maka Rasulullah SAW menyampaikan apa yang dilalui dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Orang-orang kafir Makkah semakin kufur, dan kalangan yang beriman merasakan sedikit ragu.

Lalu Abu Jahal turun dari bukit sembari tersenyum dan berkata, “Muhammad mengarang cerita dusta." Dia pun menyampaikan kisah Isra' Mi'raj dengan lengkap. Lalu orang-orang Quraisy terdiam.

Lalu Abu Jahal meminta agar rakyatnya mencari Abu Bakar. Karena jika Abu Bakar tak percaya akan peristiwa Isra' Mi'raj, maka agama Nabi Muhammad SAW diyakini akan habis.

Maka orang-orang Quraisy pun mencari keberadaan Abu Bakar. Lalu saat sampai di kebun Abu Bakar, Abu Jahal berteriak dan menceritakan semua yang telah dijelaskan Rasulullah SAW.

Abu Bakar kemudian berkata, “Wahai Quraisy, Muhammad mengaku turun wahyu dari langit ke rumahnya dan saya percaya. Apa bedanya dengan dia naik ke langit? Sama saja, tidak akan menggoyahkan saya.”

Dalam riwayat lain, Abu Bakar berkata, “Wahai Quraisy, ketahuilah jika di depan saya ada tembok berwarna putih, maka jelas putih. Muhammad bilang tidak, tapi itu hitam, maka saya akan bohongkan mata saya dan berkata jika itu hitam.”

Abu Jahal dan Quraisy terdiam. Lalu Abu Bakar bertanya di mana lokasi Rasulullah SAW. Maka Abu Bakar mendatangi Rasulullah SAW dan berteriak dari jauh, "Ya Rasulullah SAW," dengan berulang-ulang. Dengan hikmah Allah SWT, Abu Bakar kembali meyakinkan orang Makkah bahwa yang terjadi pada Rasulullah SAW itu benar.

"Ya Rasulullah SAW, Abu Jahal datang ke kebun saya dan berkata bahwa Anda bercerita tentang Isra' Mi'raj," kata Abu Bakar.

Lalu Abu Bakar kembali berkata, “Anda pasti benar ya Rasulullah SAW.”

Untuk meyakinkan kembali orang-orang Quraisy, maka Abu Bakar meminta Rasulullah SAW menceritakan mengenai kondisi di Palestina. Maka Abu Bakar memanggil tokoh Quraisy yang sering melakukan perjalanan ke Palestina. Sehingga para tokoh-tokoh Quraisy itu pasti mengetahui dengan detail kondisi di Palestina sebenarnya.

Lalu Rasulullah SAW menceritakan pintu gerbang, jalan, hingga pasar-pasar di sana. Bahkan Rasulullah SAW bisa menunjukkan jumlah tiang Masjid Aqsa. Dan para tokoh Quraisy membenarkan ciri-ciri dari Palestina. Lantaran peristiwa itu, maka orang Makkah percaya dengan Isra' Mi'raj. Sehingga orang-orang yang beriman tetap memilih untuk beriman. Sedangkan orang Quraisy terdiam.