Massa PSNU PN saat konvoi tuntut pengusutan penganiayaan yang dilakukan orang berseragam Polisi (ist)
Massa PSNU PN saat konvoi tuntut pengusutan penganiayaan yang dilakukan orang berseragam Polisi (ist)

MALANGTIMES - Pengurus Perguruan Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) Tulungagung, mengecam aksi dugaan penganiayaan terhadap 4 anggotanya yang terjadi pada Jum'at (11/9/2020) lalu.

Hal itu disampaikan oleh Humas dan Biro Hukum PSNU PN, Adi Bahtiar, saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin (14/9/2020) kemarin. Pria yang akrab disapa Adi ini menuturkan, pihaknya menuntut agar Polres Tulungagung menindaklanjuti kejadian itu. Serta mencari pelaku dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang berseragam polisi.

Baca Juga : Dua Minggu Jelang Ulang Tahun, Pria di Malang Ini Malah Akhiri Hidup

Dirinya memberi tenggat waktu hingga 3 hari ke depan untuk menangkap pelaku penganiayaan.

“Jika dalam 3-4 hari ke depan tidak ada titik terang, PN Tulungagung akan menurunkan seluruh santrinya untuk menagih janji ke Polres Tulungagung, dan mengadu kepada Bupati Tulungagung,” tegas Adi.

Ribuan santri akan digerakan ke depan Polres Tulungagung dan melakukan istighosah. Lalu akan dilanjutkan dengan aksi mengadu pada Bupati untuk membantu jalan keluar penyelesaian masalah dugaan penganiayaan.

Sebagai informasi, saat ini kondisi korban penganiayaan sudah membaik. Saat penganiayaan terjadi, 10 dari 4 orang santri PSNU PN mengalami memar-memar.  Atas kejadian itu, pihaknya menanyakan SOP (standard operasional dan prosedur) yang dilakukan oleh oknum polisi pelaku dugaan penganiayaan itu.

Menurut Adi, saat kejadian polisi langsung memukul santri dan warga yang saat itu berada di warung kopi sekitar tugu PN di Suruhan Lor, Kecamatan Bandung.

“Seharusnya polisi turun dari motor, bertanya baik-baik dan menyuruh masuk rumah baik-baik,” kata Adi.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan bersurat kepada Kapolri, Kapolda Jatim dan Kompolnas terkait dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum polisi ini.

Sebelumnya, 3 ribuan warga Perguruan Silat Pagar Nusa (PN) melakukan konvoi menuntut polisi mengungkap kasus dugaan penganiayaan terhadap anggotanya, Minggu (13/9/2020) malam. Mereka melakukan konvoi di wilayah Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, yang selama ini rawan konflik antar perguruan silat. Aksi konvoi ini dilakukan untuk mendesak pengusutan dugaan penganiayaan terhadap anggota PSNU PN, yang diduga dilakukan oleh anggota kepolisian.

Baca Juga : Sempat Jalani Perawatan, Korban Meninggal Laka Maut Mobil vs Kereta Api Bertambah 3 Orang

Kejadian terjadi saat acara sah-sahan PSHT, pada Jum'at (11/9/2020) malam lalu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, saat dikonfirmasi meminta bukti dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota kepolisian saat pengamanan acara sah-sahan warga baru PSHT beberapa waktu lalu.

“Kita kan enggak tahu, kalau memang ada mana buktinya,” kata EG Pandia.

Dirinya juga meminta agar ada pembuktian seperti foto atau video. Pihaknya berjanji akan memproses jika ada bukti dugaan penganiayaan itu. “Kalau memang salah, kita kan ada prosedurnya juga,” pungkasnya.

Seperti diketahui, acara sah-sahan warga baru PSHT dijaga oleh 2.778 petugas gabungan. Bahkan untuk pengamanan ini Polres Tulungagung meminta bantuan dari 8 Polres tetangga. Acara ini diikuti oleh 1.561 anggota baru dan disebar di 7 titik berbeda.