Armada DLH Kota Malang yang setiap hari keliling untuk mengangkut sampah (Hendra Saputra)
Armada DLH Kota Malang yang setiap hari keliling untuk mengangkut sampah (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Kerja bakti membersihkan sungai adalah salah satu kegiatan yang kerap dilakukan oleh DLH Kota Malang bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Akan tetapi, dari kegiatan yang sudah dilakukan, ditemukan masyarakat yang hanya menonton.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyesalkan perilaku masyarakat yang hanya melihat saat petugas kebersihan melakukan kerja bakti membersihkan sungai. Padahal sampah yang menumpuk di sungai adalah tingkah laku buruk oknum masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Baca Juga : Misi Ketua Baru, Semua HIPPAM di Kota Malang Didorong Berbadan Hukum

"Masyarakat biasa saja, diam saja, cuma menonton saat kami membersihkan sungai," sesal Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Malang Joao Maria Gomes de Carvalho atau yang akrab disapa Joe.

Dalam kegiatan kerja bakti, biasanya petugas kebersihan DLH Kota Malang, selain membersihkan tumpukan sampah juga membuat sungai kembali segar dengan memotong tumbuhan yang tumbuh memenuhi dinding sungai tersebut.

Bahkan, Joe harus menurunkan petugas khusus yang biasa menggunakan tali dan bergantungan untuk mengambil sampah yang sudah menumpuk tinggi. "Kami punya tim khusus yang sudah dilatih. Mereka menggunakan tali, lalu menggantung untuk mengambil sampah jika di jembatan," kata Joe.

Lanjut Joe, sampah yang menumpuk di sungai bisa membuat aliran terhambat dan mencemari lingkungan. Apalagi musim hujan juga akan segera tiba di akhir tahun ini, sehingga DLH Kota Malang berharap masyarakat bisa sadar tentang membuang sampah.

"Kami harap masyarakat bisa sadar membuang sampah, jangan langsung ke sungai. Apalagi musim hujan bisa mengakibatkannya banjir," tutupnya.