Capture tampilan website Serasi dari Sema-U UIN Maliki Malang. (Ist)
Capture tampilan website Serasi dari Sema-U UIN Maliki Malang. (Ist)

MALANGTIMES - Satu lagi lahir sarana bagi  para mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang untuk menyalurkan aspirasi. Namanya website Serasi (Senat Mahasiswa Serap Aspirasi).

Website itu diluncurkan Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) UIN Maliki Malang.  Ketua Senat Mahasiswa Universitas UIN Maliki Mohammad An'am menjelaskan, sesuai keputusan dirjen agama Islam, website sebat mahasiswa ini menjadi salah satu fungsi seksi humas. Selain itu, dengan adanya website tersebut, tentu akan muncul banyak masukan dari para mahasiswa terhadap pengembangan UIN Maliki Malang agar lebih maju lagi.

Baca Juga : Kontribusi pada Dunia Pendidikan di Masa Pandemi, Ini yang Dilakukan Mahasiswa KKN Unikama

"Ya misalnya ada fasilitas-fasilitas yang belum ada, bisa difungsikan atau ditambah. Kemudian bila ada fasilitas yang kurang, bisa segera dipenuhi dan diketahui," ucapnya saat dihubungi, Minggu (13/9/2020).

Menurut An'am, dalam penyosialisasian dan pengenalan website Serasi ini, senat mahasiswa  sengaja mengambil momentum dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2020.

"Karena kami ingin menyasar mahasiswa baru. Dalam PBAK ini kan daring. Makannya kami sisipkan pengenalan website Serasi ini. Kami fokuskan mahasiswa baru dengan memberikan video tutorial pada PBAK," terang dia.

Setelah nanti disosialisasikan, tentunya diharapkan para mahasiswa untuk aktif dalam menggunakan sarana penyampaian aspirasi tersebut. Tujuannya agar nantinya juga diketahui apa saja kekurangan dari website Serasi.

"Setelah itu, ada perbaikan untuk semakin dikembangkan agar bisa menampung seluruh aspirasi mahasiswa UIN Malang. Sebelumnya juga mau minta saran dari Pak Rektor. Namun karena beliau masih ada acara, nggak jadi," ungkap An'am.

Sementara itu, dalam website sendiri,  terapat kriteria-kriteria pengaduan. Baik itu kategori UKT (uang kuliah tunggal), sarana prasarana, pelayanan akademik, sistem perkuliahan, kegiatan kampus, kegiatan ormawa,  ataupun hal lainnya yang bisa dimasukman atau ditambahkan sebagai saran.

Baca Juga : Maksimalkan Giat di Tengah Pandemi Covid-19, FISIP UB Sinergi Program dengan Alumni

"Ada beberapa opsi itu. Ada juga menu informasi, menu riwayat dan menu kritik dan saran," jelas An'am.

Disampaikan juga, pembuatan website Serasi memerlukan waktu dua minggu lebih. Pembuatan website sendiri juga melibatkan banyak pihak. Di antaranya dari Sema-U, WR (wakil rektor)  4, Sema Saintech, bagian akademik, mahasiswa TI, serta Pusat Teknologi dan Informasi Pangakalan Data (PTIPD).

"Tentunya pelibatan banyak pihak ini agar aspirasi dan  data mahasiswa nantinya bisa benar-benar diserap dan mendatangkan 1.000 kemanfaatan bagi seluruh warga UIN Malang," pungkas An'am.