(Foto: screenshot infocovid19.jatimprov.go.id)
(Foto: screenshot infocovid19.jatimprov.go.id)

MALANGTIMES - Angka meninggal dunia konfirmasi Covid-19 di Jawa Timur tertinggi se Jawa. Hingga Kamis (10/9/2020) sudah mencapai 2.688 orang, rata-rata meninggal dunia dengan komorbid (penyakit penyerta).

“Progres yang terinfeksi komorbid tinggi di Jawa Timur, sehingga angka kematian banyak di Jatim,” ungkap Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi.

Baca Juga : Pekan Ke-dua di Bulan September, Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Meningkat Jadi 807

Hal tersebut diungkapnya dalam rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur bertempat di Klub Bunga Butik Resort, Jumat (11/9/2020) yang dihadiri oleh Guebrnur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Hadir juga Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah, dan kepala daerah di Jatim.

Tercatat hingga Kamis angka kematian Jatim itu ada penambahan 42 orang dalam sehari. Jika dibandingkan dengan provinsi lainnya, seperti di Jakarta angka kematian di angka 1.351 orang, Jawa Barat 286 orang, Jateng ada 1.124, dan DIY sejumlah 49 orang.

Menurutnya ada beberapa penyakit menjadi penyebab risiko kematian Covid-19 di Jatim. Totalnya ada 9 penyakit komorbid.

Mulai dari yang tertinggi adalah ginjal, diabetes, PPOk, jantung, golongan umur di atas 60 tahun, asma, hipertensi, hati, dan keganasan. “Orang yang umur lebih 60 tahun, jantung, gagal ginjal, smoker, karena penyakit ikut membuat virus lebih mudah masuk,” imbuhnya. 

Baca Juga : Mengenal Happy Hypoxia, Gejala Tersembunyi Covid-19, Apa Itu?

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menambahkan, pasien yang murni terkena Covid-19 itu jumlahnya hanya 9 persen, sedangkan untuk komorbid mencapai 91 persen. “Pada dasarnya yang Covid-19 murni 9 persen, komorbid 91 persen,” terangnya. 

Sementara itu hingga Rabu, angka konfirmasi di Jawa Timur menyentuh angka 37.093 atau ada tambahan 381 pasien. Untuk yang aktif 5.127 pasien ada kenaikan 28 pasien. Dan angka kesembuhan 29.278 atau naik 311 orang.