Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika dlsaat ditemui awak media di ruangan kerjanya beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. JatimTimes)
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika dlsaat ditemui awak media di ruangan kerjanya beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. JatimTimes)

MALANGTIMES - Dalam suasana pandemi Covid-19, KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang mengatur kembali tata cara proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan bahwa dalam setiap kegiatan pada proses Pilkada Kabupaten Malang 2020 akan selalu dibatasi.

Baca Juga : KPK Umumkan Ada Petahana di Jatim Bermain Dana Covid-19, Ini Respons Didik Gatot Subroto

 

"Pertemuan terbatas, tatap muka dan dialog paling banyak 50 peserta. Rapat umum, kegiatan sosial, peringatan dan lain-lain paling banyak 100 peserta," ungkapnya ketika dikonfirmasi, Jumat (11/9/2020). 

Tahapan kampanye pun tak luput dari pembatasan peserta yang hadir. Dika, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa kampanye lebih diutamakan dengan menggunakan media daring (dalam jaringan) atau online. Karena melihat situasi dan kondisi pandemi Covid-19, serta mendukung gerakan kepatuhan protokol kesehatan pada Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Pertemuan tatap muka diatur mulai pukul 09.00 s.d. 17.00. Memperhitungkan jaga jarak. Dilarang melibatkan bayi, balita, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, dan lansia," terangnya.

KPU meminta semua pertemuan tatap muka harus dilakukan sesuai SOP (Standard Operational Procedure) yang telah disepakati bersama. "Semuanya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, untuk momentum debat publik sendiri dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 juga akan terdapat pembatasan peserta.

"Debat publik akan disiarkan. Dibatasi jumlah peserta yang hadir paling banyak 50 orang. Dapat diselenggarakan di studio penyiaran atau tempat lain," tutur pria berkacamata ini.

Baca Juga : Bapaslon Pilkada Kabupaten Malang Deklarasi Patuh Protokol Kesehatan

 

Dika pun menjelaskan bahwa dari 50 peserta yang hadir tersebut itu termasuk dari jumlah seluruh undangan pendukung untuk seluruh pasangan calon.

Sebagai informasi bahwa hingga hari ini, hanya terdapat dua Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Malang dari jalur partai politik, yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) dan Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub).

Sementara untuk Bapaslon dari jalur perseorangan yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko masih dalam tahap verifikasi faktual perbaikan ulang terhadap 45.338 berkas dukungan untuk memenuhi batas minimal agar dapat mendaftar sebagai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang.