Bakal Calon Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto saat ditemui awak media di RSSA, Kotq Malang, Rabu (9/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Bakal Calon Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto saat ditemui awak media di RSSA, Kotq Malang, Rabu (9/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) telah menjalani proses tahapan tes psikologi dan tes wawancara Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Rabu (9/9/2020).

Pemeriksaan yang dilakukan satu persatu sesuai pemanggilan nama oleh panitia, membuat Bapaslon SanDi untuk proses tes psikologi dan wawancara tidak dapat selesai secara bersamaan, karena khusus untuk wawancara dipanggil satu persatu.

Baca Juga : 26 Bakal Pasangan Calon di Jawa Timur Jalani Tes Psikologi di RSSA

Didik Gatot Subroto yang menemui awak media ketika akan menuju mobilnya di RSSA Kota Malang mengatakan, bahwa tahapan proses tes psikologi dan tes wawancara bertujuan untuk mengukur tingat keseimbangan dan kematangan calon kepala daerah.

"Artinya psikolog ini memang penting dalam rangka mengukur sampai sejauh mana kecakapan, keseimbangan psikologis para calon secara keseluruhan," jelasnya kepada awak media, Rabu (9/9/2020).

Didik pun mengatakan, bahwa pernah menjalani proses serupa pada saat dirinya mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang hingga menjadi Ketua DPRD. Karena memang untuk tes psikologi dan tes wawancara harus dijalani oleh para calon pimpinan daerah.

"Saat berproses melaksanakan pemilukada, dipersiapkan secara mental, secara psikologisnya. Jangan sampai nanti sudah selesai, ada masalah-masalah psikologi," ujarnya.

Selain itu, dengan bertujuan untuk mengukur tingkat keseimbangan dan kematangan seorang calon pemimpin, tes psikologi dan wawancara juga dibutuhkan untuk calon pimpinan daerah memanajemen daerahnya masing-masing.

Baca Juga : Adu Janji, Beda Strategi SanDi dan LaDub Dekati Masyarakat Kabupaten Malang

"Karena memanage sebuah daerah, ini kan pekerjaan yang tidak gampang. Ada kebutuhan keseimbangan antara psikologi dan kematangan. Itu menurut saya penting dalam rangka melaksanakan tugas ke depan keseluruhannya dapat berjalan dengan baik," ungkapnya.

Sementara itu, disinggung mengenai kelulusan tes psikologi dan tes wawancara, Didik mengatakan bahwa kegiatan tersebut hanya untuk mematangkan potensi diri yang masing-masing dimiliki Calon Pimpinan Daerah.

"Kalau hasil psikologi kan ini sebenarnya mematangkan apa yang kita miliki. Di saat kita yakin dengan potensi yang kita miliki, karena ini kan tidak ada lulus atau tidak lulus," pungkasnya.