Sheikh Abdullah Basfar (Foto: REQnews.com)
Sheikh Abdullah Basfar (Foto: REQnews.com)

MALANGTIMES - Pembaca Al-Quran & ulama terkenal di kalangan muslim, Sheikh Abdullah Basfar dikabarkan ditangkap oleh Otoritas Saudi.  

Dikutip melalui Middle East Monitor, Sheikh Basfar saat ini ditahan di tahanan Hati Nurani (PoC).  

Baca Juga : Aksi Kaesang Pangarep Pesan Barang di Online Shop Penipu, Minta Dikirim ke Istana Negara

 

Sayangnya pihak tahanan tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait alasan dan bagaimana Basfar ditangkap.  

Penangkapan Sheikh Abdullah Basfar diungkapkan oleh the Prisoners of Conscience melalui akun Twitter.

Melalui cuitannya, akun Prisoners if Conscience itu hanya mengatakan jika Basfar sudah ditangkap sejak Agustus lalu.  

"Kami mengkonfirmasi penahanan Syekh Dr Abdullah Basfar sejak Agustus 2020," tulis akun Prisoners of Conscience.

Basfar juga dikenal sebagai seorang profesor di departemen Sharia dan Islamic Studies di King Abdul Aziz University di Jeddah. Ia juga merupakan mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia.

Diketahui, laporan ditangkapnya Basfar ini bertepatan dengan laporan penahanan Sheikh Suad Al-Funaisan yang ditangkap Maret lalu.  

Sheikh Suad Al-Funaisan merupakan seorang Profesor Universitas dan mantan Dekan Fakultas Syariah di Universitas Al-Imam di Riyadh. Penahanan ini justru banyak menerima pujian dari beberapa orang.  

Baca Juga : Komentar Lucu Warganet soal Musni Umar Sebut Turki-Yunani Batal Perang Berkat Usulnya

 

Mereka menilai jika penahanan ini sebagai bagian dari tindakan keras terhadap ekstremisme di kerajaan berdasarkan rencana Putra Mahkota Saudi, Mohamed Bin Salman, untuk menghapus identitas agama di Arab Saudi.

Namun, ada juga warga Saudi yang mengungkapkan kemarahannya atas penahanan tersebut.  

Akun Twitter warga Saudi lainnya memposting: "Ulama kami ditahan secara sewenang-wenang, sementara orang-orang sepele menikmati kebebasan dan menyebarkan korupsi di negara tersebut. Ini adalah kampanye terbuka untuk menyingkirkan Islam dan menyebarkan kejahatan di tanah Haramin. "

"Elit yang kita butuhkan ada di penjara," ujar warga lain.  

Diketahui, sejak tahun 2017 ketika putra mahkota mengambil kekuasaan ia telah menindak ulama, akademisi, jurnalis dan aktivis dunia maya atas pandangan kritis mereka tentang caranya memerintah negara.