Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Bagi seorang yang sudah berusia 60 tahun ke atas atau disebut juga sebagai lanjut usia (lansia), akan lebih mudah terserang penyakit. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh pada usia lanjut tidak lebih baik jika dibandingkan dengan remaja atau orang dewasa.

Hal ini juga membuat  lansia rentan terpapar virus Covid-19. Seperti yang disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif. Dirinya menyatakan, orang dengan usia lanjut atau lansia menjadi salah satu kategori yang rentan terpapar Covid-19. Terlebih jika memiliki riwayat komorbid atau penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, jantung, asma dan lain sebagainya.

Baca Juga : Puskesmas Bareng Maksimalkan Daring untuk Layanan Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

Karenanya, bagi golongan lansia harus ekstra menjaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat, bugar, dan terhindar dari segala penyakit.

"Kelola dengan baik kalau ada penyakit yang sudah menyertai. Misalnya, hipertensi, tekanan darah tinggi, kencing manis, diabetes. Sehingga ketika mengalami gejala flu, batuk, itu biasa dan tidak menjadi lebih parah," ujarnya.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan para lansia agar bisa terus mempertahankan daya tahan tubuh agar terbebas dari berbagai penyakit?

Husnul menyebut, istirahat yang cukup bagi para lansia akan menjadi satu hal yang bisa menjaga imunitas tubuh. Paling tidak, dianjurkan tidur selama 8 jam. "Tetap istirahat yang cukup itu perlu," jelasnya.

Kemudian, para lansia juga harus memperhatikan asupan gizi seimbang yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini akan menjaga kondisi tubuh tetap terjaga. Pun dengan mengkonsumsi suplemen jika memang diperlukan.

Baca Juga : Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X Sebut Covid-19 Penyakit Paling Murah, Alasannya?

"Asupan yang cukup itu asupan gizi yang seimbang. baik dari segi karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lain sebagainya. Kalau asupannya cukup itu dari sisi itu, kemudian sayur, buah cukup, Insya Allah tidak perlu konsumsi suplemen," imbuhnya.

Namun, suplemen tetap disarankan untuk para lansia, mengingat kerentanan terserang penyakit cukup tinggi. Pihaknya, mengimbau untuk memanfaatkan asupan suplemen tidak selalu dengan mengonsumsi yang berbentuk obat jadi, tetapi bisa dilakukan dengan mengonsumsi minuman herbal atau tradisional.

"Suplemen tidak perlu yang mahal. Jadi yang biasa dikonsumsi selama ini bisa dijadikan suplemen. Ataupun kalau suplemennya tidak ada dalam bentuk kapsul, pil dan sebagainya dia punya suplemen dalam bentuk minuman. Ya monggo tidak apa-apa. Misalnya jahe, dibuat apa itu minuman ndak apa-apa," tandasnya.