Kampung Warna-Warni (Hendra Saputra)
Kampung Warna-Warni (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Sejak Covid-19 masuk ke Indonesia dan menjalar ke seluruh daerah, tempat wisata yang biasanya ramai pengunjung terpaksa harus ditutup untuk menghindari penyebaran virus yang bermula dari Wuhan, China tersebut. Karena itu, perekonomian di masyarakat terutama yang terlibat langsung dengan pariwisata tentu sangat menurun.

Tak terkecuali bagi warga Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ) yang mengalami imbas dari serangan Covid-19. Penutupan wisata yang mampu membuat perekonomian bergairah di Kampung Warna Warni sempat goyah dan lesu. Hingga akhirnya, KWJ pun kembali dibuka, Jumat (4/9/2020) dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat lagi. Setelah sejak Maret 2020 lalu, kampung tematik itu secara total tutup untuk wisatawan. 

Baca Juga : Usai Lakukan Percobaan, Disparbud Kabupaten Malang Bakal Evaluasi Jumlah Wisatawan 

 

Pembukaan KWJ untuk umum ini tentunya  tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan peninjauan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dan yang terbaru, kampung tematik KWJ kini telah mengalami perubahan dengan warna cat di setiap lantai dan dinding yang baru, sehingga kesegaran warna mampu memanjakan mata yang sedang ingin berlibur.

Melihat dari sisi ekonominya, dibukanya KWJ tentu akan berimbas kepada meningkatnya pendapatan baik secara umum ataupun secara personal. Bagaimana tidak? Masyarakat pada masa new normal ini tentunya sangat haus akan hiburan karena sejak Maret 2020 lalu telah berdiam diri di rumah.

Saat media ini melihat suasana KWJ ketika baru dibuka Jum'at (4/9/2020) tadi sekitar pukul 14.30 WIB, sekilas tidak ada perubahan dari KWJ yang dipenuhi corak warna dari setiap dinding dan lantai kampungnya. Dan saat itu terlihat hanya beberapa orang yang menikmati indahnya kampung tematik KWJ. Maklum, memang pada hari ini wisata tersebut baru dibuka kembali untuk umum.

Dari pengamatan pusat informasi yang saat itu dijaga oleh salah satu warga bernama Basori, pengunjung yang datang di hari pembukaan tersebut kurang lebih 50 orang. "Kalau sampai sampean datang ke sini itu kurang lebih ya 50-an orang lah. Ya karena mungkin baru di buka itu," ujar Basori yang juga salah satu keamanan di KWJ tersebut.

Jika dilihat harga tiket masuknya, KWJ memberlakukan tiket sebesar Rp 3.000 per orang untuk hari biasa. Sementara untuk hari Sabtu dan Minggu atau hari besar, KWJ memberlakukan tarif sebesar Rp 5.000 per orang.

Sementara sebelum adanya pandemi Covid-19, rata-rata per hari KWJ di kunjungi oleh 100 sampai 150 orang di hari biasa dan 200 sampai 250 orang pada weekend. Tentu angka tersebut sangat jauh drastis jika melihat dari sisi pengunjung.

Sebagai contoh, jika satu hari KWJ bisa mendapatkan Rp 300.000 dari 100 pengunjung maka di hari biasa atau 22 hari, KWJ bisa meraup keuntungan Rp 6.600.000. Angka tersebut belum ditambah dengan weekend yang jika dalam sebulan ada 8 hari, dan ada 200 pengunjung, maka pendapatan yang diperoleh KWJ adalah Rp 1.000.000 per hari. Lalu jika dikali 8 hari maka total akan mendapatkan Rp 8.000.000. Praktis jika di total selama 30 hari, KWJ akan meraih pendapatan sebesar Rp 14.600.000.

Baca Juga : Rindu Nikmati Golden Sunset, 5 Pantai di Gunung Kidul Yogyakarta Pilihannya 

 

"Tapi keadaan covid-19 begini ya semua saling nyadari. Sebelumnya ramai sekarang sepi. Aktifitas sekarang sepi sementara, satu sampai dua bulan Insya Allah akan ramai kembali," kata Basori.

Pendapatan yang diperoleh KWJ itu berbeda dengan adanya toko atau warung yang ada di dalam wisata tersebut. Salah satunya warung dan toko milik Alfa yang mengaku sebelum pandemi Covid-19 bisa mendapatkan Rp 250.000 per hari. Akan tetapi, hingga berita ini di tulis Alfa baru mendapatkan penghasilan sebesar Rp 10.000.

"Sebelum pandemi pendapatan Rp 250 ribu per hari, dan hari ini karena baru dibuka saya juga baru dapat Rp 10 ribu. Yaa, harapan kami bisa semua kembali normal lagi agar kami juga bisa mendapat penghasilan," kata Alfa.