Fahri Hamzah (Foto:  Gatra)
Fahri Hamzah (Foto: Gatra)

MALANGTIMES - Kabar duka kembali datang dari tim medis yang menangani virus Covid-19. Terdapat dua dokter di Medan yakni dr Daud Ginting SpPD FINASIM dan dr Edwin Parlindungan Marpaung SpOT dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (30/8/2020).  

Keduanya meninggal lantaran terpapar virus Covid-19. Dengan demikian total dokter yang meninggal di Medan akibat Covid-19 ada 10 orang.

Baca Juga : Ada 47 Pasien Covid-19 Meninggal,Ini Persentase Kematian Antara Kabupaten Malang dan Jatim

 

Meninggalnya dr Edwin Parlindungan Marpaung ini rupanya menarik perhatian dari mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Fahri menanggapi bertambahnya jumlah dokter yang meninggal akibat Covid-19.  

Melalui akun Twitternya @Fahrihamzah, ia mengatakan jika dr Edwin merupakan teman satu kelas sang istri di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). dr Edwin merupakan dokter spesialis bedah tulang yang meninggal di RS Columbia Asia. 

Lantas Fahri pun mengadukan hal tersebut kepada Menteri Kesehatan, Terawan Agus.  

"Menteri @KemenkesRI yth, semalam satu lagi dokter berpulang karena covid, dr Edwin Marpaung SpOT (teman sekelas isteri saya di FKUI). Genap 100 orang dokter yang gugur sampai saat ini," tulis Fahri Senin (31/8/2020).  

Lebih lanjut, ia juga meminta pemerintahan Presiden Jokowi untuk bisa berbuat sesuatu menghadapi situasi ini.  

"Cobalah berbuat sesuatu. Krisis ini berbahaya jika menciutkan nyali paramedis kita. @jokowi," pinta Fahri.

 

 

Diinformasikan jika dr Daud meninggal Minggu (30/8/2020) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Sedangkan dr Edwin meninggal di hari yang sama pukul 21.44 WIB.  

Baca Juga : Sempat Diklaim Koma, Kim Jong Un Kepergok Kunjungi Lokasi Bencana Topan Bavi

 

Kabar meninggalnya dr Daud dan dr Edwin dibenarkan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, dr Wijaya Juwarna Sp-THT-KL.  

"Benar dua dokter di Medan meninggal Minggu karena Covid-19," ujarnya.  

Sebelumnya diketahui, Menkes Terawan Agus sempat memberikan tanggapannya terkait banyaknya tenaga medis yang meninggal karena kasus Covid-19. Terawan menilai jika hal tersebut terjadi lantaran kurangnya disiplin penegakan protokol kesehatan.  

Tanggapan itu disampaikan Terawan saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (27/8/2020). Menurutnya, kunci untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah jika semua orang memakai masker dan menjaga jarak.  

"Jadi kenapa masih terkena (Covid-19) ya pasti karena tidak disiplin, di situ celahnya," kata Terawan.