Heboh Anggota DPR Marthen Douw Gebrak Meja saat Rapat, Ada Apa?

Aug 27, 2020 15:52
Anggota DPR RI Marthen Douw (Foto: dpr.go.id)
Anggota DPR RI Marthen Douw (Foto: dpr.go.id)

MALANGTIMES - Lagi-lagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) membuat aksi heboh di tengah-tengah rapat. Kali ini giliran anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB Marthen Douw yang mendadak menjadi sorotan.  

Pasalnya, saat rapat Marthen Daouw tiba-tiba menggebrak mejanya. Ia tampak emosional saat aksi gebrak meja tersebut.  

Baca Juga : Giring Beri Tanggapan, Perihal Banner Pencalonan Dirinya sebagai Presiden 2024

Rapat tersebut digelar pada Kamis (27/8/2020) yang merupakan agenda pertemuan antara Komis VII DPR RI dengan Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin dan Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Jenpino Ngabdi.

Saat itu Marthen terdengar protes rapat terus berlangsung meski Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas tidak hadir.  

"Saya bicara kebenaran di luar bidang saya, non opm segala. Bah!" kata Marthen sambil menggebrak meja.

Marthen DOuw
Foto: TV Parlemen

Ia merasa sakit hati lantaran Tony Wenas tidak hadir, namun rapat tetap dilanjutkan. Padahal, Marthen hadir di rapat tersebut dengan segala resiko yang harus ia hadapi.  

"Sakit saya. Saya DPR wakilnya rakyat Papua Indonesia. Indonesia Sabang sampai Merauke, tapi sabar dulu, rumah saya belum aman, begitu mau keluar, tempat berlindung saya harus aman dulu," ujar Marthen.  

Sebagai informasi, Marthen merupakan politikus muda dari partai PKB asal Nabire, Papua. Sebelum lolos ke Senayan, Marthen merupakan Ketua DPRD Kabupaten Nabire.  

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita Hari IniAnggota DPR RIPT Freeport Indonesia.Kementerian ESDMPartai Kebangkitan Bangsa (PKB)DPRD

Berita Lainnya

Berita

Terbaru