Tangkapan layar video di Twitter (Twitter)
Tangkapan layar video di Twitter (Twitter)

MALANGTIMES - Viral di media sosial Twitter sebuah video dari seorang laki-laki paruh baya dari Kabupaten Banyumas yang menentang bahkan mengaku akan menghadang dan melawan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang saat ini sedang hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia.

 

Hadirnya KAMI di tengah-tengah perpolitikan nasional, banyak dianggap membuat satu kekuatan penyeimbang di parlemen. Hal itu seiring oposisi yang tumpul dan mandul, sehingga rakyat tak bisa berharap banyak, pada eksekutif dan legislatif.

Baca Juga : Bupati Malang Sanusi Blusukan Pesantren Minta Doa Restu soal Pencalonannya

 

Namun jika banyak kalangan memprotes gerakan tersebut secara bersama atau membuat suatu aksi, tidak bagi Syarif Hidayatullah yang seorang diri berani mengutarakan unek-uneknya karena menganggap tidak setuju dengan gerakan KAMI yang dikomandoi oleh tokoh oposan terhadap pemerintah.

Melalui video yang dibuat di tengah hamparan sawah itu, pria berkumis yang mengenakan peci hitam khas Indonesia mengutarakan bahwa dirinya akan menghadang siapapun yang dianggap akan merusak keberadaan pemerintahan yang sah dipilih oleh rakyat.

"Bapak Joko Widodo itu sah menjadi presiden karena melalui pemilu dan tidak bisa dibantah lagi. Mana buktinya kalau bapak Jokowi ini pemerintah dzalim? Dalam situasi terkena Covid-19 di seluruh Indonesia dan seluruh dunia ini, kok tega-teganya kalian membuat kekacauan dengan tujuan tidak jelas memprovokasi rakyat dari Sabang sampai Merauke. Rakyat jangan diracuni, rakyat Indonesia sudah pintar semua. Sudah bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk. Wahai saudaraku sebangsa dan se Tanah Air, mari kita bergandeng tangan untuk menumpas, menghadang dan melawan yang akan menghancurkan Jokowi, yang akan memakzulkan Jokowi, yang akan mengutak-atik dasar negara Indonesia ini. Ayo kita lawan bersama-sama, jangan biarkan mereka selalu mengumbar kebencian terhadap pimpinan yang sah dan saudara sebangsa dan se Tanah Air," ungkap Syarif yang mengaku sebagai mantan Jendral Banser Kabupaten Banyumas.

"Kepada bapak Gatot mantan Jendral Gatot Nurmantyo, saya Syarif Hidayatullah mantan Jendral Banser Kabupaten Banyumas yang ada di lereng Gunung Slamet dan di tepian Sungai Serayu. Kita sama-sama mantan jendral, hanya saya mantan Jendral Banser yang hanya digaji oleh Allah SWT dari dunia sampai akhirat, kalau panjenengan jelas digaji oleh negara yang uangnya jelas dari rakyat termasuk saya. Kalau tujuan kalian mau memakzulkan Jokowi atau merusak tatanan negara yang sudah baik dan benar, apalagi akan mengotak-atik dasar negara undang-undang bukan saja saya akan menghadang tapi akan melawan gerakan-gerakan yang merusak NKRI," imbuhnya.

Didalam video yang diunggah oleh akun Twitter bernama @desnitamardiana tersebut tersemat tulisan "Widiiiihh  !! Mantan Komandan Banser Kabupaten Banyumas Syarif Hidayatullah Tantang Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo jika Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ingin menjatuhkan Jokowi."

Dari perkataan yang dilontarkan pria yang mengaku bernama Syarif Hidayatullah itu, sangat jelas bahwa ia tidak menyukai adanya pihak oposan terhadap pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Namun video yang viral tersebut justru mendapatkan komentar miring dari netizen karena dianggap tidak ada yang memakzulkan Presiden Jokowi.

Baca Juga : Didik Mengaku Fleksibel Saja jika Golkar dan Hanura Masuk Koalisi Malang Makmur

 

"Kalimatnya yg bener cuma "rakyat Indonesia sdh pinter semua, bisa membedakan mana yg baik mana yg buruk". Cuma herannya kok dia malah jadi bodoh ya? Siapa yg memakzulkan Jokowi? Jilatnya kelewatan, ga pakai otak!," tulis @callmekadrun.

"Puluhan tahun pak gatot digembleng secara fisik dan mental untuk menjaga negeri ini, nah ini penjaga itil bininya kok mau2nya mati konyol wkwkwk, lu lawan ayam gw aja kek gw poor dah !," @beembooss

Untuk diketahui, KAMI dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat oleh sejumlah tokoh yang antara lain adalah Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy, Lieus Sungkharisma, Said Didu, Adhie Massardi, MS Ka'ban, Chusnul Mariyah Nurhayati Assegaf, dan Syahganda Nainggolan.

Dalam deklarasi nya, ada 10 poin yang dinamakan jati diri KAMI salah satu bunyinya yakni; KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.