Gus Ipul (Foto: tempo.co)
Gus Ipul (Foto: tempo.co)

MALANGTIMES - Beredar isu  bahwa mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akan maju pilkada Kota Pasuruan 2020. Isu tersebut muncul ketika Partai Golkar Jatim ingin berkoalisi dengan PKB mengusung Gus Ipul dan Adi Wibowo.  

Hal itu pun dibenarkan oleh Ketua DPD I Partai Golkar Jatim M. Sarmuji.   “Saya dengar nama itu (Gus Ipul). Infonya di PKB selesai,” ujar Sarmuji.  

Baca Juga : Pilkada di Depan Mata, UB dan Bawaslu Kabupaten Malang Bahas Pengawasan Partisipatif

Kini dua pekan jelang pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Pasuruan, nama Gus Ipul semakin santer dikabarkan maju pilkada.  

Sarmuji lantas mengatakan bahwa  DPP Golkar tidak lama lagi akan segera mengirim surat rekomendasi terhadap nama-nama pasangan yang akan maju pilkada serentak di Jatim.  

Sayangnya Gus Ipul rupanya masih terganjal aturan yang membatasi seorang mantan wagub turun tahta.  Aturan itu disampaikan Ketua KPU Kota Pasuruan Royce Diana.

Menurut Royce, seseorang yang pernah menjabat sebagai wakil gubernur tak bisa mencalonkan diri untuk posisi di bawahnya, seperti wali kota atau bupati.  Ketentuan tersebut terdapat sesuai dengan PKPU Nomor 1 Tahun 2020 Pasal 4 Huruf (b) Poin 2. Aturan tersebut menyebut bahwa seseorang yang pernah menjabat wakil gubernur bila ingin kembali mencalonkan diri sebagai kepala daerah, tidak bisa turun tahta.

Baca Juga : Jelang Pilwali 2020, Risma Pamit pada Warga Surabaya: Saya Selesai Februari, Mohon Pamit

Sehingga, jika memang benar Gus Ipul maju pilkada Kota Pasuruan, dia bakal terganjal. Namun, hingga kini, masih belum ada konfirmasi resmi dari Gus Ipul terkait isu dirinya bakal maju di pilkada Kota Pasuruan 2020.