MALANGTIMES - Beberapa bulan sebelum surat keputusan rekomendasi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) keluar, Didik Budi Muljono sebelumnya sempat ngotot untuk memperoleh posisi calon bupati atau N1.
Didik pun menegaskan sekitar dua bulan lalu saat dikonfirmasi awak media bahwa dirinya tidak ingin jika ditempatkan sebagai bakal calon wakil bupati atau N2.
Baca Juga : Maju Jadi Bapaslon dengan Didik, Lathifah Shohib: Ini Duet antara Politisi dan Birokrasi
"N-2 tidak mau. Kata siapa? Saya maunya N-1. Kalau N-2 tidak," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Namun rupanya perjalanan politik memberi peluang lain. Berdasarkan surat keputusan rekomendasi dari DPP PKB dengan Nomor: 3348/DPP/01/VIII/2020, nama Lathifah Shohib ditetapkan sebagai bakal calon bupati dan Didik Budi Muljono sebagai bakal calon wakil bupati.
Didik pun akhirnya menerima. "Memang orang itu ya kemana-mana seperti gitu, ngotot itu biasa. Tapi saya harus bilang kenyataan, bahwa saya belum waktunya ke sana (N1, red)," ujarnya ketika dikonfirmasi awak media usai penyerahan rekomendasi, Sabtu (15/8/2020).
Digandengkan dengan Lathifah, Didik mengatakan bahwa banyak pengorbanan yang telah dilakukan Lathifah yang saat ini masih menjabat sebagai anggota Komisi X DPR-RI. Pasalnya jika sesuai periode, jabatan itu baru akan habis pada tahun 2024 mendatang.
"Makanya saya bersama-sama dengan Bu Lathifah, beliau sudah mengorbankan DPR-RI yang masih lama sekali. Sehingga beliau diperintahkan sebagai petugas partai dari PKB untuk melaksanakan pemilihan bupati ini," ungkapnya.
Majunya pasangan Lathifah-Didik di Pilkada Kabupaten Malang 2020 ini membuat para Bapaslon akan saling beradu visi misi untuk meraih simpati dan suara dari masyarakat.
Lathifah-Didik pun mengusung tagline Malang Bangkit yang diberikan oleh DPP PKB. Oleh karena itu, Didik menuturkan bahwa jika nantinya dirinya bersama Lathifah terpilih harus siap dalam segala hal.
"Harus siap dan harus semangat. Karena sesuai dengan tagline-nya, bangkit. Bangkit dalam hal apapun, keterbukaan ekonomi kita harus bangkit, keterbukaan sosial politik kita harus bangkit, semuanya ini kemenangan untuk masyarakat," ujarnya.
Baca Juga : Rekom Resmi Diserahkan ke Lathifah-Didik, Sebut Kabupaten Malang Ingin Pemimpin Perempuan
Didik pun mengatakan bahwa dirinya telah mengetahui beberapa potensi-potensi di Kabupaten Malang yang hingga saat ini masih ada yang belum tergali. Contohnya seperti tambang, perikanan, termasuk pengembangan sumber daya manusia dari nelayan dan petani.
Untuk petani, nantinya Didik mempunyai gambaran akan membuat pembibitan sendiri, khususnya terkait bibit padi yang rencananya akan dibuat sendiri melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
"Sehingga APBD kita arahkan untuk kesejahteraan masyarakat bukan untuk kesejahteraan dibagi-bagi, tapi akhirnya bagaimana kita bisa menyikapi bahwa APBD itu semuanya untuk rakyat," ucapnya.
Disinggung mengenai posisi Didik yang sebelumnya sempat mendaftar ke PDI Perjuangan dan sekarang mendaftar ke PKB dan diterima, dirinya pun mengatakan bahwa sebagai warga negara dalam hak politik boleh kemana saja.
"Ya itu kan masalah politik setiap warga negara boleh kemana saja. Tetapi hati saya akhirnya berlabuh ke PKB itu suatu amanah yang diberikan oleh Allah Subhanahuwata'ala, bahwa saya harus berlabuh dan berdampingan dengan Bu Lathifah," pungkasnya.
