Pelatihan pedagogi dokter muda UIN Malang. (Foto: Humas)
Pelatihan pedagogi dokter muda UIN Malang. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Direktur Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) Prof M. Arskal Salim GP MA PhD mengapresiasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang yang tetap memperhatikan keterampilan dosen saat pandemi. 

Apresiasi itu diberikan karena UIN Malang melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) baru saja mengadakan kegiatan rutinan pelatihan pedagogi bagi  53 dosen muda.

Baca Juga : UIN Malang Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Biologi

"Memang penting sekali bagi dosen untuk mengenal dan memahami pengembangan keilmuan di kampus tempatnya mengabdi agar tradisi dan nilai kampus tetap terjaga," ujar Prof Arskal melalui teleconference.

Ia menambahkan, untuk mewujudkan UIN Malang sebagai world class university (WCU), hal yang sangat diperhitungkan ialah kualitas riset dan mutu para dosennya. Jalan kampus menuju international recognition akan lebih mudah jika para dosen secara berkala tiap tahun memublikasikan hasil risetnya.

Selain itu, mengikuti seminar keilmuan baik offline maupun online juga sangat dianjurkan. Melakukan segala kewajiban akademik seperti itu tidak dimaksudkan semata untuk menambah materi atau honor.

"Imbasnya tentu pada angka kredit dosen yang terkumpul lebih cepat untuk menuju jenjang karir tertinggi, yaitu menjadi guru besar," terang lulusan The University of Melbourne, Australia, tersebut.

Selain riset, Arskal melanjutkan, lembaga akan lebih berkembang dengan pola pengabdiannya. Dosen pun memiliki kewajiban untuk turut dalam program pengabdian masyarakat seperti yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Kita ingin ada dosen yang menjadi agent of change terhadap perubahan dan kemajuan di masyarakat, terutama dalam moderasi beragama," tandasnya.

Baca Juga : UIN Malang Kukuhkan Guru Besar Bidang Ekonomi Syariah

Sementara itu, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg meminta dosen tak hanya sebatas mentransfer ilmu kepada mahasiswa. Tetapi lebih dari itu, yakni menjalin hubungan positif dengan mahasiswa. "Lebih dari itu, untuk mempermudah proses mengajar, seorang dosen juga harus menjalin hubungan yang positif dengan mahasiswa," katanya.

Prof Haris  juga menegaskan bahwa UIN Malang mengintegrasikan keilmuan pesantren dan perguruan tinggi. Hal tersebut diperlengkap dengan empat pilar yang sudah mengakar di kampus, yakni kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. "Semua itu merupakan hasil breakdown dari visi-misi kampus," sambungnya.

Maka, apa pun yang dosen lakukan harus merujuk pada dasar keilmuan di UIN Malang, baik itu dalam melakukan riset maupun tri dharma lainnya. "Jika ini ditanamkan dan diaplikasikan, maka saya yakin semua dosen akan menjadi expert di bidangnya masing-masing," pungkas Prof Haris.