Bupati Malang, HM Sanusi (kemeja putih) saat meninjau kinerja camat ketika menangani pandemi covid-19
Bupati Malang, HM Sanusi (kemeja putih) saat meninjau kinerja camat ketika menangani pandemi covid-19

MALANGTIMES - Bupati Malang, HM Sanusi mengaku sudah menindaklanjuti mandat dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri), perihal evaluasi kinerja di jajaran para camat dalam menangani pandemi covid-19.

”Ya kemarin dari hasil evaluasi sementara sudah menunjukkan tren datar, tidak ada penambahan yang signifikan. Dari yang asalnya penambahan (pasien, red) positif covid-19 di atas 20 sekarang hanya berkisar antara 10 sampai 12, bahkan angkanya sempat di bawah 10,” ungkap Sanusi saat ditemui di sela agenda Launching Kampung Tangguh, di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga : Bupati Malang Dangdutan, Peneliti Sebut Dalih dan Pembenaran Sanusi Justru Jadi Bola Liar

Seperti yang sudah diberitakan, usai menghadiri rapat evaluasi percepatan penanganan covid-19 pada Kamis (30/7/2020) lalu. Bupati Malang menyatakan dengan tegas akan melakukan mutasi kepada jajaran camat, yang dianggap tidak becus dalam menangani pandemi covid-19.

Menurut Sanusi, “ancaman” mutasi tersebut dilakukan berdasarkan mandat dari Mendagri, Tito Karnavian. Dalam penyampaiannya, Sanusi mengaku jika evaluasi tahap awal itu, akan dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu.

Artinya, jika keputusan itu dimulai pada 30 Juli 2020 lalu, sampai saat ini sudah ada rentan waktu 12 hari dari target evaluasi awal yang dipatok bakal berjalan 2 minggu. ”Ya belum (ada rencana mutasi, red), karena covid ini tidak (dinilai, red) hari ini, hari itu. Tapi nanti akan ada waktunya kapan dimutasi, baru setelah itu akan masuk di tahap evaluasi,” ucap Sanusi.

Menurutnya, tahap mutasi kepada jajaran camat yang dianggap tidak becus menangani covid-19 itu, paling lama akan dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun ke depan. ”Mutasi paling cepat 6 bulan sekali, itu sudah paling cepat, kalau enggak ya setahun (baru ada mutasi, red),” sambung orang nomor satu di jajaran pemerintahan Kabupaten Malang ini.

Namun, lanjut Sanusi, guna merealisasikan mandat Mendagri, pihaknya mengaku sudah melakukan evaluasi tahap awal. Di mana dari hasil evaluasi sementara, menunjukkan hasil jika kinerja para camat sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

Hal itu, diterangkan Sanusi, dapat dilihat dari jumlah penambahan pasien positif covid-19 dalam setiap harinya yang semakin sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh.

Baca Juga : Cari Pembenaran! Bupati Malang Sanusi Ngaku Beri Contoh Acara Dangdutan dan Abaikan Covid

”Ya sejauh ini aman, camat tidak ada yang akan pindah (dimutasi, red), selama ini para camat sudah menunjukkan kinerja yang bagus,” puji Sanusi sembari mengatakan jika peluang sembuh covid-19 di Kabupaten Malang mencapai persentase sekitar 75 persen.

Kata aman tersebut, dicontohkan Sanusi, dengan hasil yang terjadi di beberapa Kecamatan yang selama ini dianggap paling rawan penularan covid-19. Beberapa daerah itu di antaranya meliputi Kecamatan Singosari, Lawang, dan Karangploso.

”Yang di (Kecamatan) Lawang biasanya banyak, sekarang tinggal 3. Tadi di Karangploso dari laporannya sudah Zero kasus. Kemudian yang di Singosari tren-nya juga cenderung menurun, jadi antara yang sembuh dan yang terpapar itu lebih banyak yang sembuh,” pungkasnya.