Workshop kurikulum PKPBA UIN Malang. (Foto: Humas)
Workshop kurikulum PKPBA UIN Malang. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Pandemi covid-19 membuat proses belajar mengajar terpaksa harus dilaksanakan secara daring. Begitu pula di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) dalam pembelajaran bahasa Arab.

Untuk mempersiapkan SDM pengajar untuk kembali beraktivitas di tahun akademik baru yang dimulai akhir Agustus ini, Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA) melaksanakan workshop kurikulum belum lama ini.

Baca Juga : Menteri Nadiem Resmi Terbitkan Kurikulum Darurat Pandemi Covid-19, Ini 3 Poinnya

Perubahan kurikulum menjadi bahasan utama karena situasi belajar yang tidak bisa dilakukan seperti biasa di area kampus. Pihak PKPBA memfokuskan para pengajar untuk memahami kurikulum yang juga secara khusus disesuaikan dengan sistem belajar daring.

Menurut Direktur Pusat Pengembangan Bahasa (PPB), Dr. M. Abdul Hamid, workshop ini merupakan upaya dalam merespon kebijakan kebiasaan belajar baru yang dicanangkan pemerintah pusat. Pihaknya berharap, penyesuaian kurikulum dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar di semester depan tanpa kendala.

"Meski banyak yang berubah, kami ingin target belajar tetap tercapai serta tidak membebani kedua pihak baik dosen maupun mahasiswa," ucapnya.

Dr. Nur Kholid, narasumber workshop, menegaskan bahwa tak hanya kurikulum yang disesuaikan saat belajar jarak jauh. Target pembelajaran juga perlu disesuaikan dengan keadaan terkini.

Baca Juga : Siap-Siap, Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Jatim Dijadwalkan Tanggal 18 Agustus

Pihak PPB selaku pemegang kebijakan pembelajaran bahasa asing harus memprediksi benar kendala-kendala yang mungkin terjadi saat proses belajar tanpa tatap muka nanti. Sehingga, sudah ada solusi yang disiapkan sejak awal untuk mengantisipasi dan meminimalisirnya. "Kita juga harus pastikan bahwa tidak ada ketimpangan antar mahasiswa sekelas dalam penguasaan materi," tegasnya.

Pasca acara, dosen memiliki panduan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang seragam. Sehingga nantinya tidak ada perbedaan materi ajar dalam prosesnya.