Pembukaan online course khusus bulan Kemerdekaan BIPA UM. (Foto: istimewa)
Pembukaan online course khusus bulan Kemerdekaan BIPA UM. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Momen bulan kemerdekaan Indonesia pada tahun 2020 ini dirayakan oleh Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Malang (UM) dengan membuanakan bahasa dan kebudayaan Indonesia ke 26 negara.

Program dilaksanakan selama 1 bulan (3-28 Agustus 2020). Kursus bahasa Indonesia ini digelar gratis dan dilaksanakan daring dengan jumlah peserta sebanyak 73 peserta. Mereka berasal dari Armenia, Azerbaijan, Bangladesh, Brasilia, Cambodia, China, Egypt, El-Salvador, India, Japan, Russia, Panama, Thailand, Pakistan, Malaysia, Tanzania, Timor-Leste, Palestine, Kazakhstan, Sudan, Zamani, Tunisia, Myanmar, Taiwan, Libya, dan United of America.

Baca Juga : Ketua LP Ma'arif NU Puji Permintaan Maaf Nadiem: Sikap Kesatria yang Patut Ditiru

Direktur BIPA UM, Dr Gatut Susanto menyatakan, Program kursus online bahasa Indonesia ini didesain untuk pelajar internasional yang tidak memiliki pengalaman mempelajari bahasa Indonesia atau memiliki pengalaman yang sedikit mempelajari bahasa Indonesia. "Tujuan utama program ini adalah membagikan kebahagiaan antarsesama," ucapnya.

Terlebih, para peserta juga akan mendapatkan teman baru dari seluruh penjuru dunia. Perekrutan peserta hingga terkumpul 73 peserta dilakukan menggunakan media sosial (FB, IG, dan, WA) dan menggunakan jaringan alumni BIPA. Secara umum, mereka ingin belajar bahasa Indonesia karena mereka ingin bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.

"Alasannya lebih khusus karena mereka ingin bekerja bersama orang Indonesia, ingin belajar di Indonesia, ingin bisa berbicara bahasa temannya, mau penelitian di Indonesia, dan ingin mendapat pengalaman baru. Selain itu mereka juga tahu budaya Indonesia, makanya perlu tahu bahasanya," terang Gatut.

Ya, selain mempelajari bahasa Indonesia, para peserta juga mempelajari kebudayaan Indonesia yang diintegrasikan dalam materi pelajaran.

Baca Juga : Disdikbud Larang Guru Beri Tugas Terlalu Banyak, Orang Tua Bisa Lapor!

"Misalnya, pada topik perkenalan dimasukkan bagaimana orang Indonesia berjabat tangan. Ada juga yang mencium tangan apabila bertemu dengan guru. Waktu bertamu, dimasukkan materi budaya Indonesia, misalnya harus lepas sepatu atau sandal waktu masuk rumah seseorang. Selain itu ada video tentang makanan khas Indonesia dan seni budaya Indonesia," bebernya.

Lewat ini kursus ini, Gatut berharap, peserta dari 26 negara ikut memopulerkan bahasa Indonesia, sehingga bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional.