Kepala Stasiun BMKG Karangkates Musripan saat ditemui awak media. (Foto: Musripan for MalangTimes)
Kepala Stasiun BMKG Karangkates Musripan saat ditemui awak media. (Foto: Musripan for MalangTimes)

MALANGTIMES - BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Karangkates, Malang, mencatat setidaknya sepanjang Juli 2020 telah terjadi 34 kali gempa bumi  di Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya.

Kepala BMKG Karangkates Musripan mengatakan bahwa terjadinya gempa bumi tersebut disebabkan aktivitas pergerakan lempeng tektonik di selatan wilayah Jawa Timur.

Baca Juga : Tanah Puskesmas Ngantang Diduga Bermasalah, Pemilik Tuntut Bupati Sanusi Minta Kejelasan

"Untuk gempa bumi yang terjadi di wilayah Jatim bagian selatan, semua akibat bertabrakannya lempeng tektonik Indo-Australia dan lempeng tektonik Eurasia  sehingga sering terjadi gempa bumi," ungkapnya. 

Namun,  dampak  terjadinya gempa bumi tersebut tidak signifikan. Hanya,  harus tetap waspada dengan adanya gempa bumi yang terjadi. 

"Sementara sampai saat ini belum berdampak signifikan. Hanya empat kali gempa yang dirasakan oleh manusia. Namun, masyarakat harus selalu waspada, khususnya bagi yang tinggal di pesisir selatan," ungkapnya. 

Dari 34 kali gempa bumi yang terjadi, empat gempa bumi terjadi di darat. Selanjutnya 29 gempa bumi terjadi di laut selatan Pulau Jawa dan 1 gempa bumi terjadi di utara Pulau Jawa. 

Dari 34 gempa bumi tersebut, terdapat gempa bumi yang memiliki magnitudo terbesar, yakni sebesar 6,1 skala Richter pada 6 Juli 2020. Titik episentrum gempa berada di 53 kilometer barat laut Jepara. 

Musripan mengatakan bahwa kewasapadaan harus terus dilakukan karena selama ini gempa bumi belum bisa diprediksi dengan tepat tanggal, bulan dan jam serta kekuatannya.  "Maka yang tinggal di pesisir pantai harus selalu siap sedia," ucapnya. 

Baca Juga : Tanggapi Kasus Prostitusi Artis, Ernest: Nggak Perlu Dibahas, Nggak Proporsional

Lebih lanjut Musripan mengatakan, dari 34 kali gempa bumi tersebut, tidak ada yang berpotensi tsunami. Tetapi, masyarakat harus selalu waspada. "Memang betul tidak ada yang berpotensi tsunami karena gempanya masih tergolong kecil atau belum bisa membangkitkan gelombang tsunami," ungkapnya.

Sementara, untuk gambaran potensi bencana pada Agustus, Musripan mengatakan masih belum dapat diperkirakan akan terjadi gempa bumi besar atau tidak. Tetapi gempa bumi selalu ada potensi terjadi di wilayah Jawa Timur.

"Namun  kami tidak bisa menyampaikan bulan depan akan terjadi gempa besar. Tapi kalau gempa bumi kecil selalu ada. Buktinya Juli kemarin terjadi 34 kali walaupun tidak berdampak," pungkasnya.