Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Nama Uwais Al-Qorni memang tak banyak tercatat dalam riwayat dan sejarah Islam. Namun pemuda yang sangat berbakti kepada orang tuanya, terutama sang ibu, itu sangat dimuliakan kedudukannya. Dia pun amat sangat terkenal di “langit”.

Dalam beberapa riwayat pun dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah meminta para sahabat untuk meminta doa dari Uwais.  Itu karena begitu mulianya Uwais hingga doanya yang selalu diijabah oleh Allah SWT.

Baca Juga : Video Kocak Ini Viral, Perlihatkan Sosok Polisi Gagah Teriak Ketakutan Sama Jarum Suntik

Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Rasulullah SAW menyuruh Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib untuk memohon ampun melalui Uwais Al-Qarni lantaran Uwais merupakan sosok yang sangat saleh.

Rasulullah berkata, “Wahai Umar dan Ali, jika kalian bertemu dengan Uwais Al-Qorni dari Yaman, maka mintalah dia beristighfar untuk kalian berdua.”

Apa yang disampaikan Rasulullah SAW itu merupakan hal sangat luar biasa. Pasalnya, Umar dan Ali telah dijamin masuk surga oleh Allah SWT. Kalimat Rasulullah SAW itu pada dasarnya juga menjadi sebuah motivasi bagi umat muslimin.

Rasulullah SAW saat itu juga memberikan ciri Uwais kepada Umar dan Ali. Rasulullah SAW menyebut  Uwais memiliki kulit sedang, tidak putih ataupun hitam. Dia memiliki bekas luka seperti koin dirham di pundaknya berwarna putih lantaran sakit kulit yang pernah dideritanya.

Kemudian Uwais memiliki seorang ibu yang sangat tua. Uwais begitu berbakti kepada sang ibu.

Setiap musim haji, Umar selalu bertanya kepada orang Yaman yang datang berhaji. Sampai pada akhirnya Rasulullah SAW wafat. Begitu juga dengan khalifah Abu Bakar As-Shidiq. Bahkan sampai Umar bin Khattab telah berkuasa sampai 10 tahun, setiap tahunnya Umar selalu menanyakan yang sama.

Di tahun terakhir dia berkuasa, saat musim haji, Umar bertanya kembali. Ketika itu, ada seorang Yaman yang menyampaikan bahwa dia mengenal Uwais. Orang tersebut menyampaikan kepada Umar bahwa Uwais adalah seorang pengembala dan tahun itu akan melaksanakan ibadah haji.

Mendengar kabar itu, Umar sangat bahagia. Dia ingin bertemu segera dengan Uwais. Umar pun setiap hari menunggu dari arah masuknnya orang-orang Yaman.

Sampai pada akhirnya Umar melihat pengembala kambing dengan bajunya yang sangat lusuh. Dia berjalan dan Umar bertanya, “Apakah engkau mengenal Uwais?”

Lalu pria tersebut menjawab, “Kenapa engkau mencari Uwais?” Umar pun menjawab dirinya ingin bertemu dengan Uwais.

Lalu dia menjawab, “Akulah Uwais.”

Umar kembali bertanya, “Apakah engkau pernah mengalami penyakit kulit dan berdoa kepada Allah SWT dan ada sisa seperti koin dirham di pundakmu?” Uwais menjawabnya, “Iya.”

Umar kembali bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang ibu dan kau bakti kepadanya?” Uwais berkata, “Iya.”

Maka Umar pun meminta Uwais beristighfar untuknya. Dalam beberapa riwayat disebutkan saat itu Uwais mengenal Umar dan berkata, “Saya beristighfar untukmu wahai Amir Mukminin.”

"Baik, karena itu yang disampaikan Rasulullah SAW," jawab Umar.

Baca Juga : Heboh Artis VS Ditangkap karena Kasus Prostitusi, Akun Vernita Syabilla Diserbu Warganet

Namun dalam riwayat lain disebutkan  Uwais belum mengenal Umar dan dia bertanya, “Anda ini siapa?” Lalu Umar menjawab, “Saya Umar bin Khattab.”

“Benarkah, Anda sahabat Rasulullah? Apakah saya beristighfar untuk Anda?” kata Uwais.

"Iya, karena Rasulullah SAW yang menyuruhnya," ucapnya.

Maka Uwais pun beristighfar untuk Umar bin Khattab dan keluarganya. Setelah itu, Umar berlarian menuju mertuanya, Ali bin Abi Thalib, dan memberi tahu jika ia telah bertemu dengan Uwais.

Maka dengan ditemani Umar, Ali pun menuju kepada Uwais. Percakapan yang hampir sama pun terjadi di antara keduanya. Ali meminta agar Uwais melakukan istighfar untuknya.

Singkat cerita, Uwais melakukan istighfar untuk Ali. Keduanya kemudian menyebarkan informasi itu kepada umat muslimin. Sehingga seluruh umat muslim yang tengah berhaji pun mencari Uwais.

Saat itu, umat muslimin pun mencari keberadaan Uwais. Namun tak juga ditemukan. Bahkan jamaah dari Yaman yang kembali ke daerahnya pun tak bertemu dengan Uwais meskipun mereka mencari ke berbagai wilayah di Yaman.

Sampai pada akhirnya, sekitar empat hingga lima tahun setelah peristiwa itu, seseorang mengatakan dia telah bertemu dengan Uwais di Iraq. Uwais memungut makanan bekas umat muslimin kemudian menata dan membaginya dalam beberapa bagian, lalu membaginya untuk orang miskin lainnya.

Maka saat itu muncul istilah, Uwais adalah sosok yang tak dikenal di bumi, melainkan sosok yang sangat dikenal oleh langit. Kedekatannya kepada Sang Pencipta sungguh sangat luar biasa dan patut menjadi pelajaran bagi umat muslimin.