Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto yang dalam waktu dekat akan mundur dari jabatannya sebagai anggota legislatif dan Ketua DPRD. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto yang dalam waktu dekat akan mundur dari jabatannya sebagai anggota legislatif dan Ketua DPRD. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang memang harus siap menerima konsekuensi yang ada, seperti misalnya meletakkan jabatan publik untuk kepentingan pendaftaran sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Malang.

Hal itu lah yang nantinya akan dilakukan Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto yang segera dalam waktu dekat akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang. Pasalnya, dia direncanakan akan mendampingi Sanusi sebagai calon wakil bupati di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Baca Juga : Deklarasi Pertengahan Agustus, Sanusi Jalin Komunikasi dengan Lintas Ormas dan Parpol

"Nanti tanggal 23 September saya sudah jadi rakyat bisa, sudah bukan sebagai wakil rakyat lagi," ungkapnya ketika menemui awak media di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa (28/7/2020). 

Didik mengatakan, kemundurannya juga sudah direncanakan sejak awal ketika nama rekomendasi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PDI Perjuangan keluar dan untuk Pilkada Kabupaten Malang disebutkan nama Sanusi bergandengan dengan dirinya.

"Tanggal 4 sampai 6 September nanti jadwal pendaftaran, jadi sebelum daftar saya sudah harus mengundurkan diri. Saya sudah siap untuk mundur," ujarnya. 

Nantinya dengan mundurnya Didik sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang dan anggota biasa di DPRD Kabupaten Malang akan dilakukan proses PAW (Pergantian Antar Waktu) sesuai dengan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) PDI Perjuangan.

Terkait nama pengganti diambil dari anggota legislatif lainnya dan nantinya akan diputuskan oleh DPP PDI Perjuangan siapa sosok kader pengganti dari Didik Gatot Subroto.

"Untuk PAW Ketua DPRD akan diambil dari anggota legislatif lainnya dari PDI Perjuangan," tuturnya. 

Baca Juga : Meski Kekurangan Kursi, Golkar Tetap Usung Siadi di Pilkada Kabupaten Malang 2020

Untuk nama-nama pengganti dirinya, Didik mengatakan terdapat beberapa nama yang telah mengerucut yang semula terdapat tiga nama, hingga saat ini terdapat dua nama.

"Untuk penggantinya awalnya ada 3 nama, sekarang mengerucut 2 nama. Nanti ada fit and proper test. PAW anggota untuk daerah pemilihan dan PAW Ketua. Siapa penggantinya itu tergantung kepada DPP," terangnya. 

Ketika dikonfirmasi kembali terkait dua nama yang telah mengerucut untuk menggantikan posisinya, Didik enggan membocorkan nama-nama tersebut.

"(Terkait siapa dua nama) ya ada lah. Nanti kan ada waktunya, tunggu aja," tandasnya sambil tertawa lepas.