Coldiac. (Foto: Doc. Coldiac)
Coldiac. (Foto: Doc. Coldiac)

MALANGTIMES - Pandemi yang menyerang sejak awal tahun ini ternyata tidak menyurutkan niat para musisi Malang untuk menelurkan karya. Memang, saat live performance tak lagi bisa jadi opsi, digital presence dan karya-karya barulah yang mau tidak mau harus berbicara. Yah, belum ada opsi lain yang lebih praktikal juga ‘kan?

Merangkum setengah tahun 2020, MalangTIMES menghadirkan beberapa rilisan pilihan dari musisi-musisi kota Malang. Silakan membaca!

Album & EP

Baca Juga : 5 Drakor Tayang di Hari Lebaran, Nggak Kalah Seru dari The World of the Married

1. Monohero – Awake (Album; dirilis pada 2 Februari 2020)

https://open.spotify.com/album/2za4dtbTTNSHnULmK75EId?si=Da4ntgMWRH-VIEoeAfGguQ

Setelah berproses selama 2 tahun, unit audiovisual Monohero merilis debut album bertajuk ‘Awake’ di bulan kedua 2020. Kata “Awake” bisa dibaca sebagai “awake” (bahasa Inggris) yang berarti “terbangun/tersadar”, sekaligus “awak’e” yang dalam bahasa Jawa berarti “diri kita.” Terdiri atas 6 lagu berlirik dan 4 komposisi instrumental, Awake adalah sebuah album yang mempunyai benang merah pada konsep pengembaraan manusia. Dari 6 lagu berlirik di album ini, tercatat 4 di antaranya menggunakan bahasa Jawa. 

2. Coldiac – No Make Up (EP; dirilis pada 7 Februari 2020)

https://open.spotify.com/album/5BxsUszyhyi36jjh5urhMy?si=Ou6TWjA4Q3yeFV2ngCmR-g

Jika di karya-karya sebelumnya Coldiac banyak menggunakan unsur synthpop, tidak dalam rilisan kali ini. Dengan nuansa yang lebih easy listening, di karya terbaru ini Coldiac lebih banyak lagi memadukan unsur musik dari berbagai genre, tanpa menghilangkan karakter musik Coldiac itu sendiri. Lagu berjudul No Make Up dipilih Coldiac sebagai single perdana dari album ini. Perilisan single Coldiac ini disertai dengan peluncuran video klip yang dibuat oleh Prialangga, sutradara asal Malang yang pernah menggarap klip Coldiac sebelumnya (TARA dan White Room).

3. Sal Priadi – Berhati (Album; dirilis pada 20 Februari 2020)

https://open.spotify.com/album/4gwRdhyoIngNRgbeP0C7Id?si=xW8uVAImRMWSc3Y4sG-q4w

Debut album Sal Priadi bertajuk Berhati ini tetap kental dengan keunikannya, yakni lirik dengan diksi-diksi yang khas. Katakanlah “Melebur Semesta” yang menceritakan percintaan dengan sangat indah. Lalu balada cinta puitis “Amin Paling Serius” yang digarapnya bersama Nadin Amizah. Tak lupa “Kultusan” dan “Ikat Aku di Tulang Belikatmu”. Ya, album yang berisi sebelas lagu ini juga menampilkan single-single sebelumnya dengan  “Nyala” sebagai pembuka. Album ini adalah sebuah perjalanan romansa personal yang dilalui olehnya dan orang-orang di sekitarnya.

4. 0neding – Kontemplasi (Album; dirilis pada 29 Februari 2020)

https://open.spotify.com/album/73vXmz6qyC55YjJqd1zBHk?si=V-1b550hT0WUWecmjw9MQw

Kontemplasi merupakan debut album 0neding yang didominasi oleh lika-liku hidunya. Menghadirkan 10 lagu yang sebagian berasal dari single yang diluncurkan sebelumnya. Antara lain lagu berjudul “Ciptaan Manusia Runtuh Ciptaan Tuhan Tumbuh”, “Star”, “Membeku” dan “Menangis Riang.”

5. Shewn – Moar (EP; dirilis pada 10 Maret 2020)

https://open.spotify.com/album/75BPNpDtrM1BZqEFPMlyz0?si=be9ufWZ0Ru-TvSCKsdvfsg

Setelah sekian lama menghilang dari lalu lalang musik underground, Shewn muncul dengan EP terbaru bertajuk “Moar”. Moar sendiri merupakan sinonim dari kata more yang memiliki arti permintaan yang tak pernah terpuaskan, yang dimaksud dalam permintaan tersebut adalah waktu. Dalam EP ini, band yang digaungi oleh Eki Darmawan pada vokal, Rizky Endar dan Raveizal pada gitar, Afif Amirullah pada bass, serta Raditya Rio pada drum ini meluncurkan tiga buah trek yang usut punya usut telah mereka rekam di tahun 2017.

6. Atlesta – INNER FEELINGS COLLECTION PART. 1 (Album; dirilis pada 3 April 2020)

https://open.spotify.com/album/21yZhLpJ6VxRiH0tAgnUFJ?si=wX3qDG5ORESsh0ovVEiw3w

Di masa pandemi, Atlesta memilih untuk mengisi pengasingan dirinya dengan meracik musik di kamar hingga menelurkan album instrumental bertajuk Inner Feelings Collection Part 1. Rilisan berisi 13 nomor ini dikerjakan secara mandiri oleh Fifan Christa, mastermind dari Atlesta, langsung dari bedroom studio-nya, mulai dari rekaman, mixing, hingga mastering. Inspirasi dari album ini didapat Fifan dari banyak hal di sekitarnya, pergolakan dalam dirinya, realita, dan pengalaman yang membentuk dirinya baik dari masa lalu atau masa sekarang. Secara khusus, ia mengaku terinspirasi dari sesi roundtable bertajuk "Duduk Melingkar" (DuMel) yang ia adakan secara rutin sebelum pandemi.

7. Remissa – Album Ini Untukmu Saja (Album; dirilis pada 7 Mei 2020)

https://open.spotify.com/album/52DpYwtfApPMZ4vgt5EJZt?si=0AfDxrsuQyS1Q1S5kn3dxA

Album Ini Untukmu Saja adalah koleksi akustik dari Remissa. Setelah menyuguhkan adrenalin tinggi di dua album sebelumnya-- Manifesto Mimpi & Tegangan Tinggi, kini mereka bermain lebih mellow & penuh perenungan. Tinggal ditunggu saja, bagaimana album keempat mereka nantinya?

8. Iksan Skuter – Codex 13 (dirilis pada 13 Mei 2020)

https://open.spotify.com/album/55853YCl7dBVFMbhf7ve5z?si=3QhLGk9YTBO8HUXFJWuK5w

Baca Juga : Atlesta Telurkan Album Instrumental Hasil Pengasingan Diri di Tengah Pandemi Corona

Identik dengan angka sial, album ke-13 dari Iksan Skuter Codex 13 dilepas pada tanggal 13 Mei 2020, pukul 13:13:13 WIB. Melalui album ini, Iksan mengajak pendengar berdendang bersama menghadapi kesialan (pandemi). Iksan menyebar album barunya tersebut menggunakan tautan yang akan dikirim melalui surel. Untuk mendapatkan tautan tersebut, hanya tinggal berdonasi minimal sebesar Rp13 ribu.

9. Christabel Annora – Sudut Kamar (EP; dirilis pada 19 Juni 2020)

https://open.spotify.com/album/2ReacdDsznM8jSnnkjJiIk?si=LUHKc3ShTfG5qm_9oUz1xA

EP Sudut Kamar merupakan mini album instrumental yang berisi 4 lagu tentang kegelisahan, kekhawatiran, dan harapannya sama pandemi covid-19. Keempat lagu instrumental ini antara lain tirai pembuka, sudut kamar, selamat pagi, dan perempuan-perempuan yang telah diluncurkan bertepatan dengan peringatan hari Kartini.

Beberapa single yang terpantau lalu lalang:

1. Steffani BPM – About That Night (dirilis pada 11 Februari 2020)

https://open.spotify.com/track/3POxDrrWMRdt70pd2B5zRH?si=-4ViBtp-R0uGWBV_pZrR6g

2. Tirant – Kelambu (dirilis pada 18 Februari 2020)

https://open.spotify.com/track/5Qb8ky88xhHoDzVZfpUkWu?si=U2Ju0BnrRu-MtztXCjwtXg

3. Talodhy – Stranger at the Club (dirilis pada 17 April 2020)

https://open.spotify.com/track/2z8L7EBQ9H754krxa7LDZt?si=mnZsvi2nQ1K6cVApLPZLZQ

4. Sharkbite – Real is Rare (dirilis pada 17 April 2020)

https://open.spotify.com/track/3N58ArtBxtaC3myTPrzlzS?si=2CP59W9VQs-ebC0jCByPaQ

5. Amik Brother’s – Kita Akan Sadar (dirilis pada 1 Mei 2020)

https://open.spotify.com/track/1y9fPG5FIVZnBf5avM2Px7?si=vuibpIbFQsuUWjk28Q7i5g

6. Christabel Annora - Perempuan-perempuan (dirilis pada 8 Mei 2020)

https://open.spotify.com/track/0lPUMvPwCeIVPc55CC4ngX?si=mUKmITEbS3GFk_aKSnMCKw

7. Atlesta - Essential Love (dirilis pada 26 Juni 2020)

https://open.spotify.com/track/2ElpI15HgLcX6rS7zH2Cxx?si=p3kYOUAYSHSRfrZr75GggA