Warga sampaikan aspirasi di Hari aspirasi fraksi PKS DPRD Kota Malang. (Foto: Dokumentasi Fraksi PKS)
Warga sampaikan aspirasi di Hari aspirasi fraksi PKS DPRD Kota Malang. (Foto: Dokumentasi Fraksi PKS)

MALANGTIMES - Persoalan pembelajaran secara daring di tengah pandemi Covid-19 di Kota Malang nampaknya belum berjalan dengam maksimal. Banyak para orangtua yang mengeluhkan lantaran belum mengerti atau istilahnya gaptek (gagap teknologi) pada kebijakan daring sekolah ini.

Di samping itu, proses pendampingan belajar anak juga tak bisa berjalan dengan baik. Lantaran, orangtua masih harus bekerja. Kemudian, kendala-kendala lain seperti ketersediaan Handphone, kuota dan sinyal bagi siswa masih belum menemui solusi.

Baca Juga : Mulai 1 Agustus Masyarakat Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih, Peringati HUT ke-75 RI

 

Semua keluhan itu diutarakan oleh para perwakilan dari sekolah, guru, hingga yayasan pendidikan dalam Hari Aspirasi Fraksi PKS DPRD Kota Malang yang digelar setiap bulannya di minggu k empat.

Hal inilah yang kemudian menjadikan anggota fraksi menyoroti sistem belajar daring yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sebab, dalam hal ini dianggap masih belum bisa merambah ke semua kalangan.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Akhdiyat Syabril Ulum mengatakan Pemkot Malang seharusnya bisa mengambil langkah untuk solusi persoalan pembelajaran daring di masyarakat.

Seperti, pengadaan wifi gratis di tiap RW di masing-masing kelurahan di Kota Malang. Sehingga nantinya, kegiatan belajar mengajar daring bagi siswa sekolah bisa secara merata tersalurkan.

"Keberadaan Wifi gratis tentu sangat membantu dalam meringankan beban orangtua dan memudahkan proses belajar peserta didik dalam sekolah virtual," ujarnya melalui keterangan tertulisnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang ini menambahkan, dengan fasilitas itu sebagai salah satu bentuk kepedulian Pemkot Malang dalam membantu masyarakat yang kesusahan untuk pembelajaran daring.

Baca Juga : Empat Kecamatan Ini Picu Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Malang Tembus 468

 

"Anggaplah ini sebagai bentuk kepedulian dan empati Pemkot Malang untuk masyarakat yang terdampak Covid 19, saya akan bantu kawal ke dinas Kominfo," terangnya.

Memang disadari, jika proses belajar daring juga perlu upaya lebih. Sebab, setiap anak akan sulit terbentuk akhlak dan karakternya karena kurangnya pembelajaran tatap muka dengan guru.

Dalam hal ini para orangtua juga meminta keringanan dan penunggakan biaya sekolah sehingga berpengaruh terhadap pembiayaan dan keuangan sekolah. Namun, keinginan orangtua agar sekolah dibuka kembali tentunya harus dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.