Winter Is Coming, Cuaca Dingin Bakal Landa Malang Raya Seminggu ke Depan

Jul 28, 2020 10:46
Kepala Stasiun BMKG Karangkates, Musripan saat ditemui oleh awak media. (Foto: Musripan for MalangTimes)
Kepala Stasiun BMKG Karangkates, Musripan saat ditemui oleh awak media. (Foto: Musripan for MalangTimes)

MALANGTIMES - Winter is coming, ungkapan di serial televisi Game of Thrones itu tampaknya sesuai dengan kondisi di sebagian besar wilayah Malang Raya memasuki awal musim kemarau. Fenomena udara dingin ini dikonfirmasi oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda.

Fenomena udara dingin ini oleh masyarakat setempat disebut dengan bediding. Kepala Stasiun BMKG Karangkates Musripan mengungkapkan bahwa fenomena tersebut diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu.

Baca Juga : Dahan Pohon Beringin depan GOR Bima Sakti Kota Malang Patah, Timpa Pengendara Motor

"Biasanya nggak lama, sekitaran seminggu. Nanti kita update kondisi cuacanya," ujarnya ketika dikonfirmasi MalangTIMES, Selasa (28/7/2020). 

Musripan menyebutkan bahwa kondisi bediding ini telah berlangsung sejak 24 Juli 2020 yang melanda seluruh wilayah Jawa Timur. Jika dilihat dari kondisinya, cuaca seperti ini tidak akan sama untuk seluruh wilayah Indonesia, karena letak geografis juga menentukan terjadinya fenomena bediding tersebut. 

Sementara itu analisis terkait bediding ini, Musripan menjelaskan bahwa fenomena tersebut memang bakal terjadi setiap tahun dan puncak suhu terdingin akan terjadi pada awal Agustus. 

"Puncak suhu terdingin umumnya terjadi di bulan Agustus, hal ini bertepatan dengan wilayah selatan equator sedang jauh dari garis edar matahari. Saat itu pula tekanan udara di BBS (Belahan Bumi Selatan) lebih tinggi ketimbang di BBU (Belahan Bumi Utara)," jelasnya. 

Hal itu pula yang menyebabkan sirkulasi angin tertiup dari wilayah selatan yakni Benua Australia menuju ke wilayah utara yakni Benua Asia. Inilah yang menyebabkan suhu dingin atau fenomena bediding melanda seluruh wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Malang.

"Seiring Australia sedang musim dingin, maka aliran udara yang melewati wilayah kita bersifat kering dan dingin, hal ini dikenal dengan monsun timuran," tuturnya. 

Monsun Timuran merupakan sebuah indikator musim kemarau bagi wilayah di Indonesia yang berimplikasi pada masyarakat Malang Raya merasakan suhu dingin yang saat ini sedang mulai memasuki musim kemarau.

"Jadi suhu dingin pasti terjadi umumnya dimulai sejak Mei-September, puncaknya di Agustus," imbuhnya. 

Baca Juga : Satpol PP Kabupaten Malang Larang Banner Dipasang di Pohon dan Tiang Listrik

Fenomena bediding atau suhu dingin ini memang dari tahun ke tahun, Musripan mengatakan bahwa jenis-jenisnya bervariasi. Seperti pada 2018 lalu, sempat terjadi frost atau embun beku. 

"Suhu terdingin saat ini tercatat sekitar 14°C, Agustus bisa berkisar 13-14°C.
Waspada terhadap kesehatan terutama lansia dengan suhu dingin, sisi lain peternakan unggas umumnya juga cukup terganggu," jelasnya. 

Sebagai informasi bahwa bediding merupakan kondisi saat udara malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dari biasanya. Hal ini termasuk wajar karena memang bediding muncul pada saat musim kemarau datang dan tutupan awan sedikit pada malam hari bahkan tidak sama sekali.

Pada malam hari, nilai radiasi matahari yang sampai ke bumi adalah nol. Jadi energi yang menghangatkan permukaan bumi adalah energi yang berasal dari gelombang panjang yang dipancarkan bumi. 

Musripan mengakhiri bahwa jika di langit tidak terdapat tutupan awan sama sekali, udara akan semakin dingin. Pasalnya, energi yang dipancarkan bumi akan lepas ke angkasa tanpa ada yang dipantulkan kembali ke bumi.

"Sehingga suhu udara akan semakin dingin," pungkasnya.

Topik
Berita Hari IniMALANG RAYAMusim Dingin malangBMKG JuandaBMKG Karangkates Malangprakiraan cuaca kota malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru