Keindahan burung hud-hud (Istimewa).
Keindahan burung hud-hud (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam Al-Qur'an telah disebutkan kisah mengenai hewan-hewan yang sangat patuh dan beriman kepada Allah SWT. Salah satunya dalam QS An-Nahl, yang di dalamnya tak hanya membahas tentang semut, melainkan juga tentang burung hud-hud.

Burung hud-hud itu sendiri sudah sangat tersohor sejak masa Nabi Sulaiman. Para ulama sepakat, burung hud-hud menjadi salah satu burung yang sangat diharamkan untuk dibunuh.

Baca Juga : Fenomena Munculnya Agama Muslim, Bukan Islam, Adakah di Kabupaten Malang?

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, dalam QS An-Nahl disebutkan, setiap hari Nabi Sulaiman mengecek semua pasukannya termasuk burung hud-hud. Namun suatu ketika, Nabi Sulaiman kehilangan satu ekor burung hud-hud. 

Perginya burung hud-hud tak diketahui dan Nabi Sulaiman marah besar akan hal itu. Kemudian saat burung itu kembali, Nabi Sulaiman bertanya, “Kenapa engkau tidak ada?”

Lalu burung hud-hud itu menjawab, “Aku telah pergi ke suatu negeri.”

ebagian ulama meyakini, jika burung hud-hud tersebut bertemu dengan burung hud-hud lain yang tinggal di luar negeri Syam. Burung hud-hud Nabi Sulaiman saat itu diajak burung hud-hud ke negeri Yaman.

Di sana mereka saling bercerita tentang kondisi yang ada di daerahnya. Kemudian burung hud-hud dari Yaman berkata jika di negerinya ada seorang penguasa perempuan yaitu Ratu Balqis. Kemudian burung hud-hud itu mencari informasi yang lengkap dan kembali ke negeri Syam.

Saat kembali dan bertemu Nabi Sulaiman, burung hud-hud tersebut berkata, “Aku datang dari negeri Saba' dengan membawa informasi yang pasti. Sesungguhnya di sana ada wanita yang berkuasa dan sangat dipatuhi kaumnya. Mereka menyembah matahari selain Allah SWT.”

Maka Nabi Sulaiman berkata, “Kalau begitu aku akan memastikan informasi benar atau tidak yang engkau sampaikan. Bawa suratku ini, lempar surat itu ke ratu tersebut.”

Maka burung hud-hud tersebut membawa surat ke singgasana Ratu Balqis dan bersembunyi, lalu mendengarkan apa yang dibicarakan Ratu Balqis dan orang-orangnya.

Ratu Balqis melihat jika surat tersebut sangat mewah, dan dia buka surat tersebut yang berbunyi, “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, datanglah kepadaku dalam keadaan patuh. Janganlah kalian menyombongkan diri dan datanglah kepadaku dalam kondisi menyerah.”

Maka Ratu Balqis pun berdiskusi dengan orang-orang terdekatnya. Para pengawal menyampaikan jika keputusan ada di Ratu Balqis. Sehingga Ratu Balqis memilih keputusan berakal dengan mengeluarkan peti berisi emas untuk dibawa ke Nabi Sulaiman untuk menunjukkan kekayaan negeri Ratu Balqis beserta kekuatan tentaranya.

Saat telah sampai dan bertemu Nabi Sulaiman, nyali pasukan Ratu Balqis langsung menciut. Lantaran istana Nabi Sulaiman sangat dipenuhi dengan kaca, dengan kerajaan yang sangat besar.

Baca Juga : Masih Hidup, Murid Nabi Isa Isyaratkan Umur Panjang sampai Al-Masih Turun dari Langit

Selain itu, Nabi Sulaiman sendiri memiliki fisik tubuh yang sangat besar dan kekar. Nabi Sulaiman mengetahui ada utusan, maka disusunlah semua pasukan Nabi Sulaiman hingga pada hewan-hewan yang sangat patuh kepada Nabi Sulaiman.

Ketika peti emas dibuka, Nabi Sulaiman tertawa dan berkata, “Apakah kalian hendak menggiurkan aku dengan harta itu? Padahal yang diberikan Allah SWT jauh lebih baik dari yang kalian miliki. Pulang sekarang, dan sampaikan kepada ratumu, aku akan datangkan pasukan yang tak bisa dikalahkan.”

Maka utusan Ratu Balqis kembali ke negerinya dan menceritakan semuanya. Maka Ratu Balqis dan pasukannya sepakat untuk menyerah.

Saat itu, Nabi Sulaiman meminta kepada pasukannya untuk mendatangkan singgasana Ratu Balqis dihadapannya dengan sangat cepat. Hingga akhirnya ada seorang kerabat dari Nabi Sulaiman yang bisa mendatangkan singgasana Ratu Balqis sebelum Nabi Sulaiman berkedip.

Singkat cerita, Ratu Balqis beserta pasukannya yang mendatangi singgasana Nabi Sulaiman heran. Selain melihat kemewahan singgasana Nabi Sulaiman, dia juga tercengang dengan singgasana miliknya yang telah dipindahkan dengan cepat.

Hingga pada akhirnya Nabi Sulaiman membawa Ratu Balqis bersama dengan pasukannya masuk ke sebuah ruangan kaca yang dibawahnya mengalir air begitu jernih. Hal itu membuat Ratu Balqis mengangkat baju bagian bawahnya hingga betisnya terlihat. Lalu Nabi Sulaiman berkata jika itu adalah kaca.

Dengan berbagai keajaiban yang ditunjukkan, maka Ratu Balqis dan pengikutnya pun beriman kepada Allah SWT. Para ulama berpendapat, berimannya Ratu Balqis kepada Allah SWT tak lepas dari peran burung hud-hud. 

Sehingga, ulama sangat menegaskan dan melarang untuk membunuh burung hud-hud. Pasalnya, burung hud-hud dinilai memiliki pengaruh besar atas berimannya Ratu Balqis dengan para pengikutnya.