Ilustrasi pembayaran menggunakan barcode. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Ilustrasi pembayaran menggunakan barcode. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Transaksi non-tunai tampaknya semakin bergeliat di Kota Malang. Terutama untuk transaksi berbasis android yang nyatanya mengalami kenaikan sebesar 23 persen selama tiga bulan terakhir.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan. Dia menyampaikan  transaksi non-tunai, terutama yang menggunakan metode QR melalui QRIS (QR Code Indonesia Indonesian Standard), mengalami banyak peningkatan. Peningkatan selama tiga bulan terakhir mencapai 23 persen.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Pemasukan Pajak dari Industri Rokok Meningkat

"Maret lalu ada di angka 47 persen. Dan Juli ini sudah 70 persen," ujarnya.

Azka menyampaikan, melalui data itu, dapat disebut bahwa pengguna jasa yang memanfaatkan pembayaran berbasis QR di Kota Malang semakin banyak. Berbagai merchand pun sudah memanfaatkannya lantaran QR code dapat dipindai oleh seluruh aplikasi yang menyediakan pembayaran dengan QR code. "Pembayaran non-tunai berbasis android ini memang sudah banyak berkembang di Malang," imbuhnya.

Sementara,  sektor transaksi non-tunai lainnya seperti transfer dan transaksi menggunakan debit  mengalami penurunan selama pandemi covid-19. Salah satunya dikarenakan penurunan ekonomi. "Setiap ada penurunan ekonomi, transaksi memang selalu mengalami penurunan juga," jelas Azka.