Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).).
Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).).

MALANGTIMES - Kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang naik status menjadi pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Malang kian meningkat.

Dari total kasus positif saat ini yang mencapai angka 553, dalam tiga hari terakhir sejak Jumat (24/7/2020) hingga Minggu (26/7/2020) kemarin, penambahan total kasus positif covid-19 di Kota Malang tercatat 109 orang. Jumlah penambahan itu didominasi  riwayat PDP yang sebelumnya dirawat di rumah sakit, akni sebanyak 68 kasus.

Baca Juga : Bertambah Lagi 30 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 di Kota Malang Tembus 553 Orang

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, salah satu penyebab dari peningkatan kasus PDP menjadi terkonfirmasi positif covid-19 karena adanya riawayat penyakit komorbid atau penyakit penyerta. "Iya (meningkat). PDP itu kan dilatarbelakangi banyak komorbid ya," jelasnya  di Balai Kota Malang, Senin (27/7/2020).

Komorbid yang menjadi riwayat pasien paling banyak di antaranya hipertensi, diabetes mellitus, jantung, dan gagal ginjal. Dalam hal ini, menurut Husnul, sebagian besar pasien sebenarnya telah sembuh dan dipulangkan. Namun, hasil swab baru diketahui dalam beberapa hari terakhir.

"Jadi, begitu sudah dirawat, terkadang sudah tidak ada keluhan dan dipulangkan. Hasil swab-nya menyusul. Terkadang juga swab-nya pas waktu masih perawatan. Karena komorbidnya banyak. Yang paling tinggi komorbidnya itu hipertensi, diabetes mellitus, jantung sama gagal ginjal," imbuhnya.

Lebih lanjut,  treatment bagi pasien tersebut tergantung dari perawatan bagi PDP itu sendiri. Apabila pasien masih dirawat di rumah sakit, maka proses treatment itu menjadi kewenangan pihak rumah sakit. Namun, jika pasien menjalani perawatan isolasi mandiri di rumah, maka dia dalam pantauan petugas kesehatan dari puskesmas wilayah yang menangani.

"Biasanya kalau yang dipulangkan itu, kondisi klinis sudah bagus dan tinggal menunggu hasil swab. Di rumah ini nanti dipantau dari puskesmas. Atau keluhannya apa, itu disesuaikan. Kami juga beri suplemen prebiotik kepada PDP," pungkasnya.

Baca Juga : 35 Pasien di Kota Batu Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan, Bisa Positif atau Negatif Covid-19

Untuk diketahui, total kasus positif covid-19 di Kota Malang saat ini menembus angka 553 orang. Dari jumlah itu, pasien yang meninggal sebanyak 43, pasien sembih 172, dan yang masih dirawat sebanyak 338.

Sementara itu, kategori PDP di Kota Malang hingga hari ini tercatat sebanyak 603 orang. Rinciannya,  61 dinyatakan meninggal dunia, 255 orang selesai masa perawatan, dan 287 orang dalam masa perawatan.