Rapid test (Foto:  Medium)
Rapid test (Foto: Medium)

MALANGTIMES - Rapid test atau tes cepat baik secara massal ataupun mandiri di rumah sakit kini menjadi kegiatan yang umum dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Terlebih bagi warga tinggal di wilayah zona merah.

Pemerintah mulai dari pusat, provinsi hingga kota/kabupaten pun rutin menggelar tes cepat untuk warga. Salah satunya ialah layanan gratis rapid test yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca Juga : Bagikan Obat Herbal dari Kapolda, Kapolres Malang: Diminum 3 Kali ya Bu

 

Namun, baru-baru ini mencuat kabar mengejutkan terkait hasil rapid test gratis yang diadakan oleh KKP. Beredar sebuah video yang menunjukkan seorang pria melakukan rapid test di KKP dan menunjukkan hasil positif.  

Video tersebut beredar melalui pesan WhatsApp. Dalam video berdurasi 1 menit 41 detik ini, menunjukkan penjelasan dari seorang pria yang mengaku sebagai panitia korlap Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI) sekaligus panitia rapid test gratis dari KKP.  

Dikatakan oleh pria dalam video itu, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (19/7/2020) lalu. Dijelaskan oleh pria yang tak diketahui namanya itu, ada seorang warga yang melakukan rapid test yang disediakan oleh KKP menunjukkan hasil positif.  

"Tadi memberitahukan kepada bapak-bapak ini hasilnya positif, dari KKP hasilnya positif," ujarnya sambil menunjukkan hasil pemeriksaan pria yang mengaku asal Malang tersebut.  

Namun, dikatakan oleh panitia rapid test tersebut, pihak KPP tak memberi solusi untuk fasilitas warga yang dinyatakan positif.  

"Namun, tadi nggak ada solusi untuk orang positif ini bisa diberikan fasilitas," ungkapnya.  

Ia lantas mengusulkan untuk warga tersebut melakukan rapid test ulang berbayar di TNI AL.  

Mengejutkannya, setelah di tes ulang hasil dari pemeriksaan warga tersebut dinyatakan negatif.  

"Ternyata yang dari KKP hasilnya positif kemudian beliau melakukan rapid tes berbayar di AL dengan harga 150 (ribu) hasilnya negatif," jelas pria bertopi hitam itu.  

Baca Juga : Tuntut Honor PSBB, Puluhan Hansip Geruduk Kantor Kelurahan Kauman

 

Ia lantas mengatakan jika dari pemeriksaan ini ditemukan kejanggalan.  

"Jadi artinya disini saya baru bisa mengetahui dan menemukan temuan baru artinya kalau saya sampaikan pribadi ini pembodohan secara masal pemerintah ini," paparnya.  

Lebih lanjut, ia lantas mempertanyakan apa di balik hasil rapid test yang seakan-akan mengada-ada.  

"Kesimpulannya ada apa di sini?" tanyanya.  

Pria tersebut lalu mengatakan jika akan membicarakan hal ini kembali dengan pihak SPI atau pemerintahan pusat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait atas beredarnya video tersebut. Pihak pewarta juga tengah menelusuri kebenaran atas video yang menyebar itu.