KOIN MAMI (Kelor UIN Malang untuk Imunitas Masa Pandemi). (Foto: istimewa)
KOIN MAMI (Kelor UIN Malang untuk Imunitas Masa Pandemi). (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Beberapa waktu yang lalu, Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan 12 produk yang masuk dalam kategori inovasi pelayanan publik terbaik pada institusi naungannya.

Dua program inovasi layanan publik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) terpilih menjadi inovasi layanan publik terbaik di Kemenag tersebut. Satu di antaranya adalah Koin Mami atau Kelor UIN Malang untuk Imunitas Masa Pandemi.

Baca Juga : UIN Malang Siap Transformasi Menuju Smart Islamic Campus

Koin Mami atau Kelor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipelopori oleh 3 Dosen Kimia UIN Malang, di antaranya Eny Yulianti, Rif’atul Mahmudah, dan Achmad Hanapi.

Salah satu pelopor, Eny Yulianti menjelaskan, bahwa kampanye kesehatan alternatif menggunakan tanaman kelor dirintis sejak 2016. Eny sendiri merupakan peneliti dengan latar belakang keahlian kimia lingkungan.

Inovasi ini berawal dari hasil pengabdian masyarakat (pengmas) pada tahun 2016 di Dusun Talangsari, Desa Ringin Kembar, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. 

Saat itu, Eny dan tim ditugaskan kampus untuk pengabdian masyarakat ke daerah tersebut dalam rangka membantu masyarakat menjernihkan air menggunakan biji kelor. Namun, saat itu desa tersebut tidak mempermasalahkan tentang air. Hal lainnya yang justru lebih dibutuhkan untuk dicarikan solusi adalah minimnya fasilitas kesehatan karena dusun tersebut sangat terpencil. Sehingga Eny dan tim berpikir mengarahkan potensi kelor desa tersebut sebagai obat herbal.  

Lalu, mulailah diaplikasikannya daun kelor sebagai obat herbal dengan cara dilalap, diinfusa, ataupun dibuat aneka makanan. Di luar dugaan tim, hasil pada kesehatan sangat menggembirakan. 

Berikutnya, tim menjadi sangat bersemangat untuk belajar dan melakukan kampanye kesehatan alternatif menggunakan daun kelor di berbagai daerah. Baik di Kota Malang maupun Kabupaten Malang. Pola yang sama dan menggembirakan selalu didapatkan dengan meningkatnya kesehatan dan imunitas pada daerah dampingan.

Eny menjelaskan, kelor mempunyai nama latin Moringa oleivera dan dikenal sebagai miracle tree, karena manfaatnya yang sangat luar biasa di dunia kesehatan, kecantikan, pupuk, nutrisi maupun pengolahan limbah. Daunnya mengandung lebih dari 19 asam amino dan 90 lebih senyawa kimia bernutrisi yang sangat baik untuk kesehatan.

"Hal ini sebagai indikator tanaman ini sangat layak sebagai sumber makanan dan obat herbal yang berkualitas. Hasil uji fitokimia ekstrak air daun kelor di laboratorium kimia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuktikan daun kelor mempunyai kandungan fitokimia yang lengkap," paparnya.

Antioksidan memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit atau imunitas.

Menurut tim, kondisi kesehatan masyarakat dunia yang turun tidak terlepas dari pola sehat yang lama ditinggalkan oleh masyarakat luas. Kesehatan yang menurun ini tentunya akan berdampak pada menurunnya imunitas pula yang tentunya sangat mengkhawatirkan menjadi pintu masuknya Covid 19.

Nah, pada masa pandemi ini, tim UIN Malang lebih intensif mengkampanyekan kesehatan alternatif dalam program Koin Mami atau Kelor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Imunitas Masa Pandemi.

"Tim mengajak masyarakat agar sehat dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan imunitas dengan pemanfaatan daun kelor sebagai obat herbal dengan cara yang sederhana praktis dan murah," kata Eny.

Sayangnya, masyarakat umum memanfaatkan daun kelor sebagai sayuran atau aneka makanan tanpa mengamankan bagian yang berkhasiat obat herbal. Padahal, kata dia, bahan fitokimia berkhasiat obat herbal ini sangat rentan rusak dalam proses memasak yaitu pengolahan menggunakan suhu tinggi.

Baca Juga : SMAN Taruna Nala Tetap Masuk, Siswa Jalani Karantina 14 Hari

Untuk itu, program Koin Mami mengajarkan kepada masyarakat cara memanfaatkan daun kelor untuk makanan, tetapi tetap mengamankan atau memisahkan air infusanya yang berkhasiat herbal terlebih dahulu. Dan sisa sayurannya dapat dilanjut dimasak sebagai sayuran yang bernutrisi tinggi. 

Program ini dilakukan melalui penyuluhan dan praktek membuat infusa. Tim juga mendampingi masyarakat untuk bersama-sama membuktikan khasiat obat herbal dari daun kelor.

“Infusa dapat dilakukan dengan menggunakan air dingin atau air panas. Hasil penelitian yang kami tulis di jurnal tahun 2014 menyebutkan, jumlah bahan fitokimia yang berkhasiat herbal terekstrak lebih banyak pada infusa air panas dibandingkan menggunakan infusa air dingin (suhu ruang),” terangnya.

Pada jurnal tersebut infusa air panas menggunakan air panas 70 derajat Celcius selama 30 menit dilanjut dengan dikocok selama 2 jam. Sementara infusa air dingin hanya dikocok dengan waktu yang sama.

"Hasil kegiatan tersebut memberikan informasi bahwa konsumsi daun kelor secara rutin setiap hari dapat menekan keluhan berbagai penyakit degeneratif dan meningkatkan imunitas," imbuhnya.

Konsumsi infusa daun kelor selama satu bulan teruji secara klinis dan empiris mampu meningkatkan imunitas mengatasi berbagai macam penyakit. Seperti rabun mata, kolesterol, asam urat, hipertensi, stroke, diabetes, ambeien, pegal linu, asma, alergi, kesemutan, migraine, asam lambung, osteoporosis, anemia, meningkatkan produksi asi juga menjaga kesehatan kulit.

Eny menyampaikan, Tim UIN Malang juga mengampanyekan manfaat kelor ini melalui media sosial. Antara lain instagram Kelora-id http://bit.ly/igkelora_id dan Youtube.

Tim mengajak masyarakat luas sehat alami dengan memanfaatkan tanaman sekitar menjadi obat herbal yang sangat baik. Kata dia, sumber sehat itu banyak sekali di sekitar kita dan jika dikonsumsi dengan benar dan rutin akan menjadi obat herbal yang sangat ampuh yang tidak akan kalah dengan produk dengan brand-brand mahal.

"Semoga melalui program KOIN MAMI, masyarakat menjadi lebih sehat, rajin beribadah dan bekerja dan tentunya juga lebih hemat. Karena tidak mengeluarkan koin-koinnya untuk pengobatan yang mahal," ucapnya.

Eny mengaku senang karena produk yang ia gagas beserta timnya diapresiasi Kemenag. Ia pun menaruh harapan agar produknya dapat dimanfaatkan dan juga menjadi gerakan masif di masyarakat luas. Karena itu, timnya berencana membuat video-video lanjutan berisi edukasi sehat alami, murah dan praktis pada masyarakat melalui channelnya KELORA http://bit.ly/channelkelora.