Pemeriksaan awal pasien dalam pelayanan Puskesmas Kedungkandang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Pemeriksaan awal pasien dalam pelayanan Puskesmas Kedungkandang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Malang gencar dilakukan. Misalnya yang dilakukan Puskesmas Kedungkandang.

Dalam layanan kesehatan di  Puskesmas Kedungkandang, mayoritas warga yang masih kerap berdatangan memeriksakan diri secara langsung menjadi perhatian khusus. Untuk mencegah penularan covid-19, jalur pasien yang akan periksa dipisahkan dengan plakat-plakat khusus.

Pasien yang datang harus melalui pemantauan ketat. Selain diwajibkan memakai masker, mulai dari parkiran menuju ke area pemeriksaan, pasien akan dicek suhu tubuhnya. Kemudian pasiem harus cuci tangan pakai sabun dan menuju registrasi.



Di area registrasi ini, pasien akan dipilah mana yang mengalami gejala covid-19 dan tidak. Selanjutnya, mereka akan memasuki bilik disinfektan.

Kepala Puskesmas Kedungkandang dr Lisna menyatakan, pemeriksaan awal kepada pasien untuk penanda apakah ada yang terindikasi ODP (orang dalam pantauan). Misalnya pasien yang memiliki gejala, demam, batuk, pilek, atau sesak napas maka harus mengantre di bagian sebelah kiri bilik disinfektan.

"Jadi, orang masuk itu jangan campur. Ada pasien-pasien yang mengarah ke ODP, itu kami buat alurnya berbeda," ujar Lisna.



Kemudian, warga yang tidak memiliki gejala maka akan langsung diperkenankan masuk area pemeriksaan seperti biasa. Sedangkan yang terindikasi ODP telah disiapkan ruang pemeriksaan khusus.

“Jadi, itu dilihat mereka ada infeksi atau tidak. Infeksi, maka dimasukka di sebelah kiri. Nah yang kanan itu non-infeksi, langsung masuk ke ruangan tengah,” ungkapnya.

Para petugas yang melakukan skrining hingga pemeriksaan pasien juga  berpakaian APD (alat pelindung diri) lengkap. 



Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pendisiplinan dalam mencegah penyebaran virus. Di samping itu, menjadikan antrean lebih tertata karena pasien dengan infeksi dan tidak terpantau.

"Semuanya menjadi lebih tertata, baik antrean dan pemeriksaan. Begitu pun area parkir,  ditata. Bagaimana agar tempatnya tidak semoit dan berbagi dengan tempat antrean pasien," tandasnya.