Wali Kota Malang Sutiaji saat turut memeriksa warga yang keluar masuk di kawasan Mergosono pada hari pertama PSBL, Jumat (10/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji saat turut memeriksa warga yang keluar masuk di kawasan Mergosono pada hari pertama PSBL, Jumat (10/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kebijakan lockdown lokal atau PSBL (pembatasan sosial berskala lokal) di kawasan Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mulai dijalankan hari ini (Jumat 10/7/2020).

Pantauan MalangTIMES, sejak pagi tadi, dilakukan pengetatan terhadap aktivitas lalu lalang warga yang keluar masuk Mergosono. Setiap warga yang masuk ditanyai dan dilakukan pengecekan suhu.

Wali Kota Malang Sutiaji juga melakukan pemantauan langsung pada hari pertama pelaksanaan PSBL tersebut. Ia bahkan  ikut memeriksa akses warga yang keluar masuk.

Dalam pemeriksaan itu, ditemui beberapa warga bersuhu tinggi, mencapai 38° celcius. "Ini yang perlu kami apresiasi. Inisiatif dari warga dengan kegelisahan yang memang 3 RW ada 22 kasus. Sehingga masyarakat sadar bahwa ini mau dilokalisir agar pergerakan orang terpantau," ujar Sutiaji.



Di samping itu, sembari memeriksa secara ketat akses keluar masuk setiap orang, petugas yang menjaga di kawasan tersebut diharapkan juga terus memberikan sosialisasi pencegahan covid-19. Sebab, beberapa orang masih ditemui belum disiplin mengenakan masker dalam aktivitasnya.

"Sambil secara otomatis mengingatkan pintu masuk pintu keluarnya ketika dia tidak pakai masker. Physical distancing tetap dijaga. Nanti Pak Lurah, Pak Camat sembari sosialisasi itu," ucapnya.

Dalam hal ini, Sutiaji mengapresiasi  inisiasi warga Mergosono. Artinya, masyarakat paham bagaimana upaya dalam meminimalisasi penyebaran covid-19.

Harapannya, apa yang dilakukan wilayah Kelurahan Mergosono bisa dijadikan percontohan bagi wilayah lain. Terutama yang kasus positif covid-nya cukup tinggi.

"Ini kami tidak main-main usahanya. Dan mungkin ini bisa direplika daerah-daerah lain. Seperti Bunulrejo rupanya juga mau demikian (rencana lockdown lokal). Dari kasus-kasus (covid-19) itulah, harapannya nanti mampu kita minimalisiasi. Masyarakat di sini kesadarannya sudah muncul," ungkapnya.



Sementara itu, Lurah Mergosono Karliono menyatakan hingga sekitar pukul 11.00, sudah ditemui setidaknya lebih dari 10 warga yang bersuhu lebih dari batas minimal. Bahkan ada beberapa warga yang suhunya mencapai 38° celcius.

"Pengukuran suhu badan beberapa warga tinggi, sekitar 37 derajat ke atas, karena habis perjalanan jauh. Tapi setelah mereka istirahat, suhunya sudah kembali normal. Itu semua warga sini," ungkapnya.

Rencananya, penerapan PSBL ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan. Namun, dalam 7 hari ini akan dilakukan evaluasi sembari menambah fasilitas apa yang sekiranya lebih dibutuhkan. Salah satunya ruang untuk mengistirahatkan warga yang bersuhu tinggi.

"Kami belum ada pos. Ini masih akan disempurnakan lagi. Nanti akan kami koordinasikan dengan RW setempat untuk istirahat warga yang suhunnya tinggi. Juga kelengkapan fasilitas lainnya," jelasnya.

Sebagai informasi, Mergosono merupakan yang pertama di Kota Malang dalam menerapkan PSBL. Langkah ini sebagai bentuk meminimilasasi angka kasus positif covid-19.  Jumlah kasus covid terjadi di tiga RW, yakni RW 2, 3, dan 4. Total ada 22 kasus positif covid-19.