Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan saat di wawancarai oleh awak media, Rabu (8/7/2020). (Foto: Istimewa)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan saat di wawancarai oleh awak media, Rabu (8/7/2020). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan sinkronisasi data pemetaan wilayah menyambut musim kemarau. Hal itu dilakukan menyambut musim kemarau yang diperkirakan mulai pada pertengahan tahun Bulan Agustus.

Sinkronisasi data tersebut antara hasil data pemetaan daerah terdampak pada tahun lalu yang akan digabung dengan data terbaru. Data terbaru didapat dari hasil turun ke lapangan. Dengan penggabungan itu, diharapkan lebih terarah dan tepat sasaran jika nantinya terdapat wilayah yang kekeringan akibat datangnya musim kemarau. 

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan menuturkan bahwa dirinya bersama tim akan melakukan pemetaan wilayah terdampak kekeringan dengan gabungan data tahun lalu dan nantinya dengan tahun ini. 

"Kita tetap mengacu pada tahun lalu. Tapi nanti kita pasti turun ke lapangan, dari pengalaman tahun lalu kita deteksi, nanti pasti bisa ada peta baru. Artinya kan terkait pemetaan kebutuhan air tambahan (saat musim kemarau)," tuturnya ketika dikonfirmasi awak media, Rabu (8/7/2020). 

Sementara itu, Bambang mengatakan bahwa langkah persiapan menghadapi musim kemarau yang akan dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang yang nantinya akan bekerja sama dengan jajaran instansi lain. Seperti PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), Cipta Karya dan PMI (Palang Merah Indonesia) dengan mempersiapkan beberapa unit truk tangki air untuk melakukan dropping air bersih ke beberapa daerah yang nantinya terdampak musim kemarau. 

Meskipun hingga sampai menjelang pertengahan Bulan Juli ini masih belum tampak tanda-tanda musim kemarau akan datang. Karena tiap siang hingga sore wilayah Kabupaten Malang masih seringkali dilanda hujan cukuo lebat.

"Selain dari BPBD kan ada dari PDAM, ada dari Cipta Karya, PMI, itu kan selalu standby mobil tangki. Kalau perlu digerakkan, kita gerakkan untuk menangani sementara kita lakukan dropping," ujarnya. 

Sebagai informasi, bahwa data tahun lalu yang dihimpun dari berbagai sumber menyatakan terdapat beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Malang yang seringkali menjadi wilayah terdampak musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan dan otomatis menjadi kekurangan air untuk kehidupan sehari-hari dan mengairi ladangnya. 

Bambang mengatakan, berdasarkan data di tahun 2018 terdapat 9 desa di 7 kecamatan yang terdampak musim kemarau. Selanjutnya pada tahun 2019 terdapat 19 desa di 9 kecamatan yang mengalami kekeringan. 

Tetapi yang tercatat secara pasti dan mengalami kekeringan pada musim kemarau pada tahun 2019 terletak di empat kecamatan yakni Kecamatan Sumberpucung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Donomulyo dan Kecamatan Pagak.

Dari keempat kecamatan tersebut, yang mengalami kekeringan bukan seluruh desa di kecamatan tersebut, melainkan hanya di beberapa titik kantong-kantong sumber air bersih yang mengalami kekeringan.

Dari data inilah, BPBD Kabupaten Malang akan melakukan sinkronisasi data dari tahun-tahun lalu sebagai acuan digabungkan dengan data terbaru agar mendapatkan data yang pasti. Sehingga nantinya jika musim kemarau, pasokan air bersih akan lebih mudah pendistribusiannya.

Bambang mengatakan bahwa BPBD Kabupaten Malang akan selalu siap siaga menghadapi segala bentuk bencana. Baik itu bencana alam maupun non-alam. Seperti yang sedang dihadapi pada saat ini, khususnya di wilayah Kabupaten Malang yang sedang diterjang musibah yakni pandemi Covid-19. 

Bambang berkomitmen meskipun bencana alam dan non-alam nantinya datang secara bersama, pihaknya bersama tim akan berusaha sebisa dan semaksimal mungkin dalam menangani bencana tersebut.