Ketua DPD II Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Partai Golkar Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo. (Dok. JatimTimes)
Ketua DPD II Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Partai Golkar Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo. (Dok. JatimTimes)

MALANGTIMES - Partai Golkar masih inginkan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 dengan menjalin komunikasi secara intens dengan tiga partai politik (parpol) pengisi kursi di parlemen. Yakni Partai Gerindra, PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan Partai Demokrat. 

Jalinan komunikasi itu tetap dilakukan. Meskipun dua parpol yang akan digandeng oleh Golkar seperti Partai Gerindra dan Partai Demokrat telah menyatakan dukungan akan mengarah ke Bakal Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Sanusi-Didik (SanDi). 

Ketua DPD II Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Partai Golkar Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo menuturkan bahwa meskipun beberapa parpol telah menyatakan dukungannya ke bakal paslon SanDi, tetapi sifatnya masih hampir pasti dan di dalam politik semua bersifat dinamis. 

"Jadi isu yang berkembang kan Gerindra hampir pasti ke SanDi. Namun demikian kan detik, menit, jam, hari ini kan selalu ada perubahan. Ketika berbicara hampir pasti, ya semua hampir pasti juga," ungkapnya ketika dikonfirmasi oleh awak media, Rabu (8/7/2020). 

Kusmantoro menyebutkan bahwa Partai Golkar hingga sampai saat ini terus menjalin komunikasi politik secara intens kepada tiga parpol untuk melenggang turut serta dalam konstelasi politik di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Jadi sampai hari ini, Golkar masih berkomunikasi dengan Gerindra, dengan Demokrat, dengan PKB," sebut pria yang juga sebagai Ketua SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Kabupaten Malang. 

Dirinya mengaku bahwa hingga sampai saat ini, Partai Golkar akan tetap mengusung Siadi selaku Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang sebagai Bakal Calon Bupati (N-1) yang dipasangkan dengan Martiyani Setyaningsih atau yang akrab disapa Tyas Sujud Pribadi sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (N-2).

Tetapi Kusmantoro mengatakan bahwa untuk posisi N-1 maupun N-2 masih bisa dikomunikasikan kembali dengan partai-partai yang telah terjalin komunikasi politik secara intens untuk berkontestasi di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

"Untuk saat ini masih Pak Siadi dan Bu Tyas. Tetapi di dalam perkembangan komunikasi politik yang disampaikan oleh kawan-kawan di lintas partai baik itu Demokrat, PKB, kemudian Gerindra ini sampai hari ini masih pembahasan siapa (Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati)," jelasnya. 

Terkait perubahan nama untuk pengisi Bakal Calon Bupati maupun Wakil Bupati Malang yang akan diusung, hal itu fleksibel. Karena nantinya Partai Golkar masih bisa diletakkan di posisi N-1 maupun N-2, tergantung kesepakatan yang terjalin antar parpol. 

"Masih pembahasan, untuk N-1 nya bisa dari partai Golkar atau ketiga partai lain, senyampang menunggu hasil survei yang dilakukan DPP dan DPD provinsi. Bisa saja N-2 nya dari Golkar, semua bisa terjadi," tandasnya.

Sebagai informasi bahwa Partai Golkar memiliki 8 kursi di parlemen, PKB dengan 12 kursi, Gerindra 7 kursi dan Demokrat 1 kursi. Jika keempat parpol tersebut menyatakan berkoalisi akan memiliki 28 kursi untuk mengusung Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang.