Suasana konferensi pers dari Pemkot Malang bersama pimpinan BRI Kanwil Malang di Balai Kota Malang sore ini (Rabu, 8/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana konferensi pers dari Pemkot Malang bersama pimpinan BRI Kanwil Malang di Balai Kota Malang sore ini (Rabu, 8/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kabar terbaru dari tersebarnya informasi adanya puluhan karyawan BRI Kanwil Malang terjangkit covid-19 diklarifikasi.

Wali Kota Malang Sutiaji bersama Pemimpim BRI Kanwil Malang Prasetya Sayekti, Kepala BI Malang Azka Subhan Aminurridho, dan Kepala OJK Malang Sugiharto Kasmuri mengungkapkan hasil terkini dari uji swab terhadap 200 karyawan BRI Malang. Sementara telah diketahui 7 pegawai terkonfirmasi positif covid-19.

"Dari beredarnya kabar yang tersebar, yang terkonfirmasi ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang di awal itu ada tiga. Salah satu di antaranya PDP (pasien dalam pengawasan) yang meninggal dan hasil swab setelahnya positif covid-19. Kemudian ada penambahan 4, maka totalnya 7 yang positif," ujar Sutiaji di Balai Kota Malang, Rabu (8/7/2020).

Dari tujuh yang positif tersebut, semuanya memiliki jabatan di jajaran pimpinan (pejabat petinggi) di wilayah BRI Kanwil Malang. Namun, aktivitas perseorangan yang terjangkit covid-19 tersebut tak ada bersentuhan dengan petugas layanan perbankan.

"Saya konfirmasi kepada pimpinan kanwil, dari orang yang terkonfirmasi positif, semuanya ada di unsur pimpinan wilayah yang tidak bersentuhan dengan pelayanan," imbuh Sutiaji.

Dari situ, beredarnya  kabar bahwa dua pegawai BRI Kanwil Malang meninggal dunia memang benar. Namun, yang terkonfirmasi positif hingga saat ini merupakan PDP hanya satu.

"Saya sampaikan hasil dari investigasi kami dan hasil uji kami. Berita yang mengatakan ada dua pegawai yang meninggal terkonfirmasi positif itu tidak benar. Hanya satu yang keluar hasil swab-nya positif," ungkap Sutiaji.

Sedangkan satu pasien yang dinyatakan meninggal hasil swab-nya diketahui negatif. Bahkan, dia dipastikan tidak memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif tersebut. "Satu hasil swab positif, satu hasil negatif dan tidak ada kontak erat dengan pasien (PDP yang hasil swab positif)," terangnya.

Dalam hal ini, wali kota juga mengatakan, karena yang terjangkit di lingkup unsur pimpinan wilayah, maka tidak perlu ada kekhawatiran terkait pelayanan keuangan di area perbankan. "Sehingga tidak harus ada kekhawatiran transmisi uang karena ini dari unsur pimpinan," kata Sutiaji.

Sementara itu, pasien yang telah terkonfirmasi positif hingga saat ini juga dipastikan telah diisolasi mandiri. Lokasi isolasi itu telah disiapkan pihak BRI Kanwil Malang.

"Beliau sudah mempunyai inisiasi bahwa dikarantina sendiri. Sudah kerja sama dengan tempat untuk isolasi, rumah sakit juga dan tidak membebankan kepada kami (Pemkot Malang)," tandas Sutiaji.