Suasana pertemuan antara perwakilan vendor acara pernikahan bersama Wali Kota Malang Sutiaji, Selasa (7/7). (Foto: Humas Pemkot Malang).
Suasana pertemuan antara perwakilan vendor acara pernikahan bersama Wali Kota Malang Sutiaji, Selasa (7/7). (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir memang menjadikan berbagai usaha menjadi terdampak. Salah satunya berkaitan dengan event organizer yang menangani segala aktivitas seperti resepsi pernikahan hingga konser musik.

Namun, di masa menuju New Normal atau adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 para pengusaha nampaknya sudah mulai berbenah.

Para perwakilan vendor-vendor pelaksanaan event pernikahan ini misalnya, yang telah menyiapkan berbagai SOP (standar operasional prosedur) saat akan kembali beroperasi di masa pandemi Covid-19.

Segala kesiapan tersebut disampaikan kepada Wali Kota Malang Sutiaji saat audiensi bersama dinas terkait dengan perwakilan dari EO / WO, Perias/MUA, MC, Dekor, Fotografer/video, Band dan Catering yang ada di Kota Malang, di Balai Kota Malang, Selasa (7/7/2020).

Denny Firmanda, Ketua Aspedi (Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia) Malang Raya mengatakan dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan segala persiapan yang dilakukan para vendor ketika beroperasional kembali.

Yang mana semua isi draft disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Berisi mengenai penerapan acara pernikahan harus sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Bersama dengan organisasi semua juga sepakat bahwa jangan sampai menimbulkan klaster baru. Kita mematuhi apa yang ada sekarang untuk ke depannya bisa menyelenggarakan event seperti biasanya tapi dengan standarisasi event yang bagus dengan protokol kesehatan yg sudah disepakati bersama dan sudah kita serahkan draft nya ke pak wali kota," jelasnya.

Beberapa hal yang dikonsultasikan terkait penyelenggaraan wedding mulai dari proses dekorasi awal, proses dokumentasi hingga penyediaan catering bagi tamu undangan.

"Dari beberapa asosiasi kita sudah membuahkan SOP yang jelas terkait penyelenggaraan wedding. Mulai dekorasi awal penyelenggaraan, WO seperti apa, hingga catering sekali pakai dan yang lainnya," imbuhnya.

Nantinya, dari apa yang telah disampaikan dalam draft tersebut akan disimulasikan pada tanggal 11 dan 12 Juli mendatang. Dalam hal ini pihaknya akan mengundang instansi kedinasan terkait.

"Tanggal 11 dan 12 mendatang akan kami simulasikan langsung di Taman Krida Budaya. Tadi juga disampaikan agar dalam penyelenggaraannya tetap harus mendapatkan perizinan khusus, apalagi bersinggungan dengan venue sprti di hotel dan tempat-tempat lain," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji dalam kesempatan tersebut memang memberikan izin akan adanya pelaksanaan acara pernikahan. Namun dengan beberapa catatan khusus yang harus dipatuhi sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Semua itu kita lakukan untuk menekan penyebaran Covid 19 dan menghindari munculnya kluster baru dari event wedding. Seperti penggunaan alat makan yang hanya satu kali pakai atau menggunakan hampers (makanan kotakan) yang dapat dibagi untuk para tamu guna menghindari kontak langsung dan cipratan droplet, itu bisa jadi alternatif pilihan," ungkapnya.

Pihak vendor dalam hal ini juga diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan acara pernikahan di masa pandemi Covid-19 yang dikemas berbeda dari biasanya.

"Saya berharap semua vendor wedding yang terlibat di dalamnya juga memberikan edukasi dan pemahaman pada pemilik acara tentang keterbatasan kita dalam pelaksanaan acara selama masa pandemi ini, termasuk keterbatasan jumlah tamu undangan," pungkasnya.